Hari Bidan Nasional Momentum Penguatan Profesi Bidan
- 02 Jun 2026 11:14 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Indonesia akan memperingati Hari Bidan Nasional pada 24 Juni 2026. Peringatan tahun ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan 75 tahun berdirinya Ikatan Bidan Indonesia (IBI), organisasi profesi yang selama puluhan tahun menjadi pilar pengembangan layanan kebidanan dan kesehatan ibu serta anak di Tanah Air.
Hari Bidan Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juni sebagai penanda lahirnya IBI pada 24 Juni 1951. Organisasi tersebut dibentuk melalui Konferensi Bidan Pertama yang berlangsung di Jakarta dan menjadi tonggak penting dalam penyatuan profesi bidan di Indonesia.
Peringatan tahun ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap peran bidan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Bidan menjadi tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan kesehatan reproduksi, mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan, perawatan pascapersalinan, hingga edukasi keluarga berencana.
Menurut sejarah organisasi, pendirian IBI bertujuan memperkuat persatuan profesi bidan sekaligus meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak bagi masyarakat Indonesia. Sejak berdiri lebih dari tujuh dekade lalu, IBI terus berkontribusi dalam pengembangan standar profesi dan pelayanan kebidanan nasional.
Di berbagai daerah, terutama wilayah terpencil, bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan primer. Kehadiran mereka membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan maternal yang aman dan terjangkau.
Selain membantu proses persalinan, bidan juga berperan dalam deteksi dini risiko kehamilan, pencegahan komplikasi, pendampingan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang bayi, hingga edukasi kesehatan keluarga. Peran tersebut dinilai penting dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Pengamat kesehatan menyebut keberadaan bidan menjadi faktor kunci dalam memperluas cakupan layanan kesehatan, khususnya di daerah yang masih mengalami keterbatasan tenaga dokter spesialis.
Peringatan Hari Bidan Nasional 2026 juga beriringan dengan kampanye internasional bertajuk "One Million More Midwives" yang diusung oleh organisasi bidan dunia, International Confederation of Midwives (ICM).
Kampanye tersebut menyoroti kebutuhan mendesak akan tambahan sekitar satu juta bidan di seluruh dunia guna memperkuat layanan kesehatan ibu dan bayi. ICM menyebut kekurangan tenaga bidan masih menjadi tantangan global yang berdampak pada kualitas pelayanan kehamilan dan persalinan.
Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) menyatakan bahwa penambahan satu juta bidan hingga 2035 berpotensi menyelamatkan lebih dari empat juta jiwa setiap tahun melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas.
Laporan terbaru ICM juga mengungkapkan dunia saat ini mengalami kekurangan sekitar 980.000 bidan di 181 negara. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses perempuan terhadap layanan kesehatan selama masa kehamilan, persalinan, dan pascapersalinan.
Peringatan Hari Bidan Nasional ke-75 pada 24 Juni 2026 menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada para bidan yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Di tengah tantangan geografis Indonesia yang luas dan beragam, bidan tetap menjadi sosok penting yang mendampingi perempuan sejak masa kehamilan hingga kelahiran anak. Dedikasi mereka tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa ibu dan bayi, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.
Bidan bukan sekadar tenaga kesehatan, tetapi juga pendamping, pelindung, dan sahabat bagi setiap ibu dan bayi yang mereka layani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....