Ini Tema Hari Laut Sedunia 2026
- 02 Jun 2026 07:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Hari Laut Sedunia (World Oceans Day) yang diperingati setiap 8 Juni kembali menjadi momentum global untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Pada 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusung tema “Reimagine: Beyond the world we know, a new relationship with our ocean”.
Tema tersebut mengajak masyarakat dunia untuk membangun hubungan baru dengan laut, bukan sekadar memanfaatkan hasilnya, tetapi juga aktif menjaga kelestariannya di tengah ancaman perubahan iklim, pencemaran plastik, dan kerusakan ekosistem laut.
Peringatan Hari Laut Sedunia pertama kali diusulkan Kanada dalam Konferensi Bumi atau Earth Summit di Rio de Janeiro, Brasil, pada 1992. Gagasan itu kemudian diresmikan oleh Majelis Umum PBB pada 2008 dan mulai diperingati secara resmi setiap 8 Juni sejak 2009.
Sejak saat itu, Hari Laut Sedunia menjadi agenda internasional untuk mengingatkan pentingnya laut bagi kehidupan manusia dan bumi secara keseluruhan.
Dalam laman resminya, PBB menyebut laut memiliki peran vital karena menghasilkan lebih dari setengah oksigen dunia, menyerap emisi karbon dioksida, mengatur iklim global, serta menjadi sumber pangan dan mata pencaharian bagi miliaran manusia.
“Laut adalah paru-paru bumi dan fondasi kehidupan manusia,” demikian pernyataan PBB dalam kampanye Hari Laut Sedunia.
Tema global 2026 juga berkaitan dengan implementasi perjanjian BBNJ (Biodiversity Beyond National Jurisdiction), yakni kesepakatan internasional untuk melindungi keanekaragaman hayati di laut lepas melalui kerja sama lintas negara.
Di Indonesia, peringatan Hari Laut Sedunia turut diwarnai dengan berbagai kegiatan lingkungan yang mengusung tema “Aksi Bersama untuk Pantai Lestari”. Kegiatan tersebut telah lebih dulu digelar di Kepulauan Seribu oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui aksi bersih pantai, penanaman mangrove, restorasi terumbu karang, serta edukasi pengurangan sampah plastik.
Peringatan Hari Laut Sedunia tahun ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat global. Selain menjadi pengingat atas peran vital laut, momentum ini juga mendorong aksi nyata konservasi dan perubahan perilaku manusia terhadap lingkungan.
PBB mencatat lebih dari 90 persen populasi ikan besar dunia mengalami penurunan akibat eksploitasi berlebihan, sementara sekitar 50 persen terumbu karang dunia rusak akibat pemanasan global dan aktivitas manusia. Di sisi lain, jutaan ton sampah plastik masuk ke laut setiap tahun dan mengancam kehidupan biota laut.
Kondisi tersebut mendorong berbagai negara dan organisasi lingkungan menyerukan aksi bersama untuk menghentikan pencemaran laut, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memperkuat perlindungan kawasan pesisir dan laut.
Melalui tema “Reimagine”, masyarakat diajak membayangkan masa depan baru yang lebih harmonis antara manusia dan laut. Perubahan kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi konsumsi plastik, hingga mendukung pelestarian mangrove dan terumbu karang dinilai dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan ekosistem laut dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....