KPU Bali Siapkan Modul Pendidikan Pemilih Perempuan

  • 21 Mei 2026 13:02 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Pentingnya membangun kesadaran perempuan terhadap perannya dalam demokrasi. Karena itu untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam demokrasi. Komisi Pemilihan Umum Daerah Bali menyusun Modul Sosialisasi Pendidikan Pemilih Perempuan.

Modul ini mengangkat pentingnya kehadiran perempuan sebagai subjek demokrasi yang aktif dalam proses pengambilan kebijakan. Hal itu terungkap dalam rapat Koordinasi Finalisasi Modul Sosialisasi Pendidikan Pemilih Perempuan di lingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali, Rabu 20 Mei 2026, bertempat di Ruang Rapat KPU Provinsi Bali.

Kegiatan ini melibatkan jajaran Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU kabupaten/kota se-Bali serta perwakilan Yayasan Bali Sruti untuk menyempurnakan modul pendidikan pemilih perempuan.

Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan menekankan agar modul disusun lebih praktis, kreatif, dan menarik sehingga mudah dipahami masyarakat. Ia mengusulkan tagline “Perempuan Berdaya, Demokrasi Berjaya” serta mendorong pelibatan laki-laki dalam sosialisasi pendidikan politik perempuan.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penggunaan visual kepemimpinan perempuan dan pemanfaatan teknologi digital dalam metode sosialisasi.

Kepala Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Bali, I Gde John Darmawan menyampaikan bahwa modul ini disusun untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam demokrasi melalui pendekatan yang inklusif dan sesuai perspektif gender.

Presentasi modul dilakukan oleh Tim PAKAR dari KPU Kabupaten Gianyar, KPU Kabupaten Klungkung, dan KPU Kota Denpasar. Perwakilan tim, Gusti Bagus Agung Swandhita menjelaskan bahwa modul mengangkat pentingnya kehadiran perempuan sebagai subjek demokrasi yang aktif dalam proses pengambilan kebijakan.

Masukan juga disampaikan Anggota KPU Bali Divisi Teknis, Luh Luh Putu Sri Widyastini yang menekankan pentingnya membangun kesadaran perempuan terhadap perannya dalam demokrasi. Ia juga mengingatkan agar metode sosialisasi disesuaikan dengan karakter sasaran, termasuk bagi perempuan non-digital seperti ibu rumah tangga dan petani.

Melalui finalisasi modul ini, KPU Bali berharap pendidikan pemilih perempuan dapat menjadi sarana edukasi demokrasi yang lebih kreatif, inklusif, dan efektif dalam meningkatkan partisipasi politik perempuan di Bali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....