Ini Fasilitas-fasilitas yang ada di KNMP

  • 13 Mei 2026 13:05 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO.ID., Denpasar : Dilansir dari berbagai sumber, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) adalah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mengubah kawasan pesisir yang kumuh menjadi kawasan nelayan modern, tertata, dan mandiri secara ekonomi. Program ini bukan sekadar pengecatan bangunan dengan warna merah-putih, melainkan renovasi total infrastruktur desa nelayan.

Setiap Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dibangun dengan standar fasilitas yang terintegrasi untuk mendukung aktivitas nelayan dari hulu ke hilir. Fasilitas ini dibagi menjadi tiga kategori utama yaitu fasilitas produksi dan pasca panen, fasilitas pendukung ekonomi dan koperasi serta fasilitas sosial dan lingkungan.

Fasilitas produksi dan pasca-panen (inti) ini adalah yang paling krusial untuk menjaga nilai ekonomi hasil tangkapan. Fasilitas ini terdiri dari Gudang beku, pabrik es portable, dermaga dan tambat labuh serta bengkel doking kapal. Gudang Beku (Cold Storage) merupakan tempat penyimpanan ikan agar tetap segar dalam waktu lama sehingga nelayan tidak terpaksa menjual murah saat tangkapan melimpah.

Kemudian pabrik es portable ini berfungsi menyediakan pasokan es balok yang terjangkau untuk dibawa nelayan melaut atau saat distribusi ke pasar. Selanjutnya dermaga dan tambat labuh artinya perbaikan dermaga agar kapal nelayan dapat bersandar dengan aman dan memudahkan proses bongkar muat. Serta bengkel doking kapal yaitu fasilitas pemeliharaan dan perbaikan mesin atau badan kapal agar nelayan tidak perlu pergi jauh untuk servis rutin.

Selanjutnya Fasilitas Pendukung Ekonomi dan Koperasi. Fasilitas ini dirancang untuk memandirikan ekonomi warga lokal. Fasilitas ini terdiri dari Koperasi Merah Putih, SPBU Nelayan, sentra pengolahan hasil perikanan dan kios alat tangkap. Koperasi Merah Putih adalah kantor pusat manajemen ekonomi kampung yang juga berfungsi sebagai penyalur bantuan pemerintah. Fasilitas berikutnya yaitu SPBU Nelayan (SPBN).

SPBN ini menyediakan BBM bersubsidi khusus nelayan agar mereka mendapatkan harga pasti tanpa harus lewat tengkulak. Kemudian sentra pengolahan hasil perikanan yang merupakan ruang bagi kelompok ibu-ibu nelayan (UMKM) untuk mengolah ikan menjadi produk turunan seperti abon, kerupuk, atau olahan beku. Sementara kios alat tangkap adalah tempat untuk menyediakan jaring, pancing, dan alat keselamatan melaut dengan harga koperasi.

Sedangkan fasilitas sosial dan lingkungan (modernisasi) artinya mengubah wajah kampung agar lebih sehat dan layak huni. Hal ini dilakukan dengan membuat hunian merah putih, sentra kuliner pesisir, infrastruktur dasar dan sistem pengolahan sampah. Hunian merah putih artinya renovasi rumah warga (bedah rumah) agar lebih kokoh, bersih, dan estetik dengan cat merah putih. Kemudian sentra kuliner pesisir yaitu area khusus bagi wisatawan untuk menikmati hidangan laut segar, guna menambah pendapatan alternatif warga.

Selanjutnya infrastruktur dasar yang meliputi pembangunan jalan lingkungan (paving block), drainase agar tidak banjir, akses air bersih dan lampu jalan bertenaga surya. Serta sistem pengolahan sampah agar kawasan pesisir tetap bersih dari plastik dan limbah rumah tangga.

Itulah tiga fasilitas utama yang terdapat di setiap KNMP. Fasilitas-fasilitas ini biasanya dipantau melalui dasbor digital oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....