Media Sosial Membentuk Anak Ingin Terlihat ‘Paling Bisa’
- 10 Mei 2026 08:19 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Media sosial dinilai turut membentuk pola pikir generasi muda yang ingin selalu terlihat paling mampu dan paling unggul di hadapan publik. Fenomena tersebut dikhawatirkan memengaruhi sikap rendah hati dan cara remaja berinteraksi di lingkungan sosial.
Dalam acara Rahajeng Bali pada Jumat, 8 Mei 2026, Komisioner KPAD Bali, Ir. I Made Ariasa, M.Pd., mengatakan budaya media sosial membuat banyak anak terdorong mencari pengakuan dan validasi. “Sekarang banyak anak ingin terlihat paling bisa, paling benar, bahkan paling hebat. Akhirnya nilai rendah hati mulai ditinggalkan,” ujarnya.
Pande Made Keyla Mahesa Garwita, mengaku tekanan media sosial membuat sebagian remaja merasa harus terus mempertahankan citra diri. Mereka takut dianggap gagal atau tidak mampu oleh lingkungan sekitarnya. “Kadang remaja merasa harus selalu terlihat hebat karena ada ekspektasi dari media sosial maupun lingkungan pertemanan,” jelasnya.
Sementara itu, Made Agus Dwipayana, menilai fenomena tersebut membuat sebagian anak muda sulit menghargai pendapat orang lain. Menurutnya, budaya ingin tampil paling unggul dapat perlahan mengikis sikap hormat dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, para narasumber menilai penting menanamkan kembali nilai kearifan lokal seperti filosofi “dengadan awak bisa” yang mengajarkan sikap rendah hati. Nilai tersebut diharapkan mampu menjadi penyeimbang di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....