Pendidikan Karakter Dinilai Mulai Kalah oleh Kejar Nilai
- 10 Mei 2026 08:06 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pendidikan karakter dinilai mulai kalah oleh orientasi mengejar nilai akademik di tengah perkembangan era digital. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada sikap dan perilaku generasi muda yang perlahan mulai kehilangan tata krama serta nilai rendah hati.
Dalam acara Rahajeng Bali pada Jumat, 8 Mei 2026, Komisioner KPAD Bali, Ir. I Made Ariasa, M.Pd., menyebut sistem pendidikan saat ini lebih banyak menekankan pencapaian angka dibanding pembentukan karakter anak. “Anak-anak sekarang diarahkan mengejar nilai akademik, teknologi, dan kemampuan digital, tetapi nilai-nilai karakter justru mulai dilupakan,” ujarnya.
Ia menilai fenomena kekerasan remaja, perundungan, hingga sikap arogan di lingkungan sekolah menjadi salah satu dampak melemahnya pendidikan karakter. Generasi muda disebut tumbuh di tengah budaya kompetisi yang membuat mereka ingin terlihat paling unggul.
Pande Made Keyla Mahesa Garwita, mengatakan masih banyak pelajar yang kurang menghargai teman sebaya maupun lingkungan sekitar. Menurutnya, kepintaran seharusnya berjalan seimbang dengan sikap hormat dan empati terhadap orang lain.
Sementara itu, Made Agus Dwipayana , menegaskan kecerdasan tanpa tata krama tidak cukup membentuk pribadi yang baik di masyarakat. Karena itu, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dinilai perlu kembali diperkuat, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....