Dari FOMO ke Aksi Nyata: Cara Menggerakkan Anak Muda Peduli Lingkungan

  • 29 Apr 2026 11:08 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Lingkungan
  • anak muda
  • FOMO

RRI.CO,ID, Denpasar — Isu lingkungan kini semakin dekat dengan kehidupan anak muda. Namun di balik ramainya kampanye dan kegiatan peduli lingkungan, muncul satu fenomena yang tak bisa diabaikan, yaitu fear of missing out (FOMO).

Banyak anak muda tertarik ikut kegiatan lingkungan karena tren, tetapi tidak sedikit yang berhenti setelah euforia awal mereda. Hal ini menjadi sorotan dalam program Morning Vibes pada Senin 20 April 2026.

Project Director Bali Sustainability Project (BSP), Rafli Zulfiki, menilai fenomena FOMO sebenarnya bukan masalah utama. Justru, menurutnya FOMO bisa menjadi pintu masuk untuk mengajak generasi muda lebih peduli terhadap isu lingkungan.

“Bukan anak mudanya yang salah, tapi sering kali kegiatannya yang tidak berkelanjutan. Ramai di awal, tapi setelah itu tidak ada kelanjutan,” ujarnya.

Menurut Rafli, kunci utama untuk mengubah ketertarikan sesaat menjadi aksi nyata adalah membangun relevansi. Anak muda perlu merasa bahwa isu lingkungan bukan sesuatu yang jauh, melainkan berdampak langsung pada kehidupan mereka sehari-hari.

Tanpa rasa keterlibatan, partisipasi akan mudah hilang. Selain itu, pengalaman langsung juga menjadi faktor penting.

Kegiatan seperti bersih-bersih pantai atau penanaman mangrove tidak cukup hanya menjadi acara seremonial. Peserta perlu melihat dampak nyata dari aksi mereka, bahkan hingga menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan manfaatnya.

Yang tak kalah penting adalah keberlanjutan program. Setelah kegiatan selesai, perlu ada ruang lanjutan agar partisipasi tidak berhenti.

Misalnya, pengelolaan sampah hasil kegiatan menjadi produk bernilai atau pembentukan komunitas kecil yang terus bergerak. Senada dengan itu, Founder Kawan Alam, Heni Paula, menekankan persoalan lingkungan saat ini bukan hanya soal sampah atau polusi, tetapi juga krisis kepedulian.

Ia menilai, membangun kesadaran dan kolaborasi menjadi langkah penting agar aksi lingkungan tidak berhenti pada tren semata. Di tengah derasnya arus informasi dan tren media sosial, menggerakkan anak muda memang menjadi tantangan tersendiri.

Namun dengan pendekatan yang tepat, mulai dari relevansi, pengalaman, hingga keberlanjutan membuat FOMO bukan lagi sekadar ikut-ikutan, melainkan bisa menjadi awal dari perubahan nyata bagi lingkungan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....