Sejumlah Proyek Strategis Pemprov Bali untuk Kesejahteraan Masyarakat

  • 14 Apr 2026 07:13 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Sejumlah proyek yang dilaksanakan Pemprov Bali dinilai sangat krusial karena berdampak langsung pada mobilitas, pemerataan ekonomi, serta daya saing Bali ke depan. Di antaranya adalah pembangunan Jalan Baru Gatot Subroto Barat – Canggu yang diharapkan mampu mengurai kemacetan kawasan padat wisata, serta pembangunan Jalan Sunset Road – Mahendradatta dan underpass Tohpati yang menjadi simpul penting lalu lintas di Kota Denpasar.

Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Senin 13 April 2026 mengatakan, proyek strategis lainnya yaitu pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja – Mengwitani menjadi salah satu proyek kunci untuk membuka keterisolasian Bali Utara sekaligus mempercepat distribusi ekonomi dari selatan ke utara. Menurutnya proyek ini diperkuat dengan pembangunan Jalan Lingkar Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, yang akan mengangkat potensi pariwisata kawasan kepulauan secara lebih terintegrasi.

Di sektor konektivitas antar wilayah, pembangunan Jalan Baru Kusamba – Padangbai serta Jalan Penghubung Pura Batur – Pura Agung Besakih menjadi simbol integrasi antara jalur ekonomi dan jalur spiritual Bali. Keduanya tidak hanya mempercepat akses, tetapi juga memperkuat identitas budaya Bali yang berbasis keseimbangan antara sekala dan niskala.

Sementara itu, pengembangan kawasan pelabuhan terpadu seperti Pelabuhan Sangsit, Amed, Celukan Bawang, dan Kusamba diproyeksikan menjadi tulang punggung baru distribusi logistik dan pariwisata bahari Bali, sekaligus mengurangi beban di wilayah selatan. Tak hanya infrastruktur fisik, proyek juga menyasar sektor budaya dan pertanian, seperti restorasi kawasan suci Pura Agung Besakih serta pembangunan pusat pengolahan gabah dan pabrik pakan ternak di Tabanan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan Bali.

Dalam perubahannya, jumlah proyek strategis mengalami penyesuaian. Dari semula 20 proyek, empat di antaranya diambil alih oleh pemerintah pusat melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, Pemprov Bali bersama kabupaten/kota justru memperkuat langkah dengan menambahkan enam proyek baru, sehingga total menjadi 22 proyek strategis yang akan dikerjakan secara bertahap.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan klasik yang selama ini dirasakan masyarakat, mulai dari ketimpangan pembangunan antar wilayah, kemacetan, hingga keterbatasan infrastruktur di Bali bagian utara, timur, dan barat. Lebih dari sekadar proyek fisik, kesepakatan ini menjadi simbol harapan baru.

Bahwa Bali sedang bergerak menuju masa depan yang lebih seimbang, di mana kemajuan tidak hanya dinikmati oleh kawasan selatan, tetapi dirasakan hingga ke pelosok desa. Dengan fondasi kebersamaan yang semakin kuat, Pemerintah Provinsi Bali optimistis bahwa 22 Proyek Strategis ini bukan hanya akan mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkokoh kepercayaan masyarakat Bali bahwa pemerintah hadir, bekerja, dan berjuang untuk seluruh rakyatnya tanpa terkecuali

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....