Pohon Kapur Barus Warisan Nusantara Kini Terancam Punah
- 13 Apr 2026 12:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pohon kapur barus (Dryobalanops aromatica), yang pernah menjadi komoditas bernilai tinggi dalam perdagangan dunia, kini menghadapi ancaman serius akibat eksploitasi berlebihan dan hilangnya habitat alami.
Tanaman khas hutan hujan tropis Asia Tenggara ini dikenal sebagai penghasil kamper alami, zat aromatik yang sejak berabad-abad lalu digunakan untuk pengawet, obat, hingga keperluan ritual. Pada masa lalu, kamper dari wilayah Barus, Sumatra, bahkan disebut memiliki nilai setara emas dan diperdagangkan hingga Timur Tengah dan Eropa.
Menurut IUCN Red List (data status konservasi spesies Dipterocarpaceaen) para pemerhati lingkungan menyebutkan bahwa populasi pohon kapur barus di alam terus mengalami penurunan. Faktor utama penyebabnya adalah penebangan besar-besaran serta konversi hutan menjadi lahan perkebunan dan permukiman.
Selain itu, biji pohon kapur barus memiliki daya simpan yang rendah, sehingga sulit diperbanyak secara alami di luar habitat aslinya. Secara ekologis, pohon kapur barus termasuk dalam kelompok Dipterocarpaceae, yakni pohon-pohon besar yang membentuk kanopi atas hutan. Keberadaannya penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, menyediakan habitat bagi satwa, serta mempertahankan siklus air.
Hilangnya pohon-pohon besar seperti kapur barus dikhawatirkan dapat merusak struktur hutan secara keseluruhan.
Dalam catatan sejarah, kapur barus dari Nusantara telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Beberapa sumber menyebutkan penggunaannya dalam pengawetan jenazah di Mesir Kuno, serta dalam pengobatan tradisional di dunia Islam.
Kota Barus di pantai barat Sumatra dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan kamper tertua di dunia, jauh sebelum munculnya pelabuhan besar lain di Asia Tenggara.
Para ahli menilai bahwa langkah konservasi perlu segera dilakukan untuk mencegah kepunahan spesies ini. Upaya yang dapat dilakukan meliputi perlindungan hutan alami, reboisasi, serta pengembangan teknik perbanyakan modern seperti kultur jaringan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dianggap penting agar pohon kapur barus tidak lagi dipandang semata sebagai komoditas ekonomi, melainkan sebagai warisan alam dan budaya yang harus dijaga.
Pohon kapur barus bukan hanya bagian dari kekayaan hayati, tetapi juga simbol kejayaan Nusantara di masa lalu. Namun tanpa perlindungan serius, keberadaannya terancam hanya tinggal cerita sejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....