Jeruk Kalamansi Makin Populer dan Serbaguna
- 10 Apr 2026 10:49 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Jeruk kalamansi, buah kecil dengan rasa asam segar dan aroma khas, kini semakin populer di berbagai kalangan. Selain digunakan sebagai bahan minuman dan pelengkap masakan, buah ini juga mulai dilirik sebagai bahan alami dalam produk kesehatan dan kecantikan.
Jeruk kalamansi, yang dikenal pula dengan nama jeruk kasturi, jeruk kunci, atau lemon cui, merupakan bagian dari keluarga jeruk-jerukan (Rutaceae). Buah ini memiliki ukuran kecil, kulit tipis, dan kandungan air yang tinggi dengan rasa asam yang kuat. Tanaman ini banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, dan Malaysia.
Secara botani, jeruk kalamansi tergolong sebagai hibrida dengan nama ilmiah Citrus × microcarpa. Tanaman ini tumbuh dalam bentuk semak atau pohon kecil dengan tinggi antara 1 hingga 4 meter. Buahnya berdiameter sekitar 2–4 cm dan berubah warna dari hijau menjadi kuning-oranye saat matang.
Mengacu data organisasi pangan dunia FAO, dari sisi gizi jeruk kalamansi mengandung vitamin C cukup tinggi, yakni sekitar 30–40 mg per 100 gram. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin A, beberapa vitamin B, serta mineral seperti kalsium dan kalium. Kandungan tersebut menjadikannya bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan kulit, hingga membantu sistem pencernaan.
Di bidang kuliner, jeruk kalamansi banyak dimanfaatkan sebagai penyedap alami. Rasanya yang segar sering digunakan dalam sambal, kuah, maupun minuman. Di Filipina, misalnya, minuman berbahan dasar kalamansi menjadi salah satu minuman tradisional yang sangat digemari.
Tidak hanya itu, jeruk kalamansi juga dikenal sebagai tanaman yang mudah dibudidayakan. Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah tropis dengan sinar matahari cukup dan tanah yang memiliki drainase baik. Bahkan, jeruk kalamansi bisa ditanam dalam pot, sehingga cocok untuk pekarangan rumah dengan lahan terbatas.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi jeruk kalamansi tetap perlu diperhatikan, terutama bagi individu dengan sensitivitas lambung. Sifat asamnya dapat memicu gangguan pada sebagian orang jika dikonsumsi berlebihan.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, jeruk kalamansi kini tidak hanya menjadi pelengkap dapur, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat yang semakin diminati masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....