Dinas PMD Pantau Ketangguhan Bencana Melalui Lomba Desa
- 08 Apr 2026 21:47 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinas PMD Dukcapil) Provinsi Bali, telah memasukkan Indeks Ketangguhan Desa (IKD) sebagai kriteria utama dalam penilaian lomba desa dan kelurahan. Langkah inovatif ini bertujuan untuk memacu semangat perangkat desa, dalam memetakan potensi kerawanan bencana di wilayah mereka, melalui aplikasi digital yang disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Hal tersebut disampaikan langsung Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas PMD Dukcapil) Provinsi Bali, Drs. Si Ngurah Made Arya Astawa, M.Si.,ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar. Menurut Astawa sebelum adanya kebijakan kolaborasi ini, tingkat penginputan data ketangguhan bencana oleh desa-desa di Bali tergolong masih sangat rendah, karena kurangnya perhatian terhadap identitas risiko wilayah.
Namun melalui integrasi dalam skema perlombaan, jumlah desa yang aktif melaporkan data kerawanan tsunami maupun tanah longsor, mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024 lalu. “Inovasi kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini memungkinkan kita menilai tingkat ketangguhan desa secara lebih objektif, apakah mereka berada di tingkat pertama, muda, atau utama," jelas Astawa.
Ia menambahkan bahwa program jangka panjang ini menjadi prioritas, agar seluruh desa di Bali terdata secara akurat dalam sistem peringatan dini kebencanaan nasional. Data yang dihasilkan dari IKD nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah provinsi, dalam menyusun strategi intervensi dan pemberian bantuan yang lebih tepat sasaran, bagi daerah berisiko tinggi.
Astawa mengungkapkan sinergi lintas sektoral ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan melibatkan seluruh elemen pemerintahan mulai dari tingkat akar rumput. Selain melalui lomba, Dinas PMD ProvinsiBali juga sering mengundang BPBD sebagai narasumber, dalam berbagai pelatihan untuk memberikan edukasi teknis, mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan di tingkat lokal.
Pendekatan tersebut memastikan bahwa setiap desa tidak hanya memiliki data di atas kertas, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang siap bertindak saat situasi darurat terjadi. "Target kami ke depan adalah memastikan seluruh desa di Bali sudah terdata dalam aplikasi IKD, sehingga peta risiko bencana kita menjadi utuh dan transparan," tutup Astawa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....