Tanam Bambu di Desa Jadi Kunci Mitigasi Bencana
- 07 Apr 2026 03:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda, Serta Ketua Tim Kajian, Verifikasi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi, Bidang Rehabilitasi Dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Bali, Sang Putu Adi Sanjaya,S.Kom.M.A.P., mengungkapkan pemerintah desa di seluruh Bali, diharapkan lebih peka dalam mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja desa, untuk kegiatan mitigasi bencana yang bersifat preventif. Strategi utama yang diusulkan adalah mengalihkan fokus dari sekadar penyediaan dana darurat pascabencana, menuju pengadaan bibit tanaman pelindung salah satunya tanaman bambu.
Adi Sanjaya menambahkan tanaman bambu menjadi rekomendasi utama, karena memiliki kemampuan luar biasa dalam mengikat tanah di daerah rawan longsor, serta menjaga ketersediaan sumber mata air. Selain fungsi ekologis, bambu juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga, karena seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan upacara adat maupun konstruksi.
Tantangan terbesar saat ini adalah membangun kesadaran para pemimpin desa agar memahami kebutuhan riil wilayahnya,dibandingkan hanya mengikuti prosedur birokrasi yang kaku. "Saya selalu menyarankan agar anggaran mitigasi dipakai membeli bibit bambu, karena ketika kita hanya menyediakan dana rehabilitasi, seolah-olah kita membiarkan bencana itu terjadi," jelas Adi Sanjaya ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar.
Adi Sanjaya mengungkapkan banyak kawasan pariwisata berbasis alam justru menebang rumpun bambu untuk akses jalan yang pada akhirnya memicu kerusakan lingkungan serta kekeringan di titik tertentu. Untuk itu BPBD pun terus mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai instansi terkait, guna memastikan bahwa program mitigasi di tingkat akar rumput berjalan dengan tepat guna.
Kesadaran untuk kembali ke alam atau Back to nature tidak boleh hanya menjadi slogan melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada pelestarian. "Mari menanam tanaman bambu di perempatan desa maupun pesisir sungai sebagai bekal kita nanti, karena tindakan nyata dalam mitigasi bencana lebih penting daripada sekadar wacana," tutup Adi Sanjaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....