Waktu Terbaik Minum Kopi saat Puasa
- 10 Mar 2026 06:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari rutinitas harian. Aroma khas dan kandungan kafein di dalamnya sering menjadi “penyelamat” untuk meningkatkan fokus dan mengusir kantuk.
Namun saat bulan Ramadan tiba, muncul pertanyaan yang kerap diperdebatkan: kapan waktu terbaik minum kopi saat puasa, saat sahur atau berbuka? Para ahli gizi menyebutkan bahwa waktu konsumsi kopi selama puasa perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kondisi tubuh yang berubah selama tidak makan dan minum dalam waktu cukup lama.
Melansir laman Healthline, selama menjalankan puasa sekitar 12–14 jam, tubuh tidak menerima asupan makanan maupun cairan. Dalam kondisi ini, tubuh mengalami beberapa perubahan fisiologis. Kadar gula darah cenderung menurun, tubuh mulai menggunakan cadangan energi, sementara produksi asam lambung tetap berlangsung.
Selain itu, risiko dehidrasi juga meningkat karena tubuh tidak mendapatkan cairan selama beberapa jam. Kafein yang terdapat dalam kopi merupakan zat stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat.
Zat ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk, tetapi juga memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan produksi urine serta merangsang asam lambung. Karena itu, waktu konsumsi kopi selama puasa perlu dipertimbangkan dengan cermat.
Minum Kopi Saat Sahur
Sebagian orang memilih minum kopi saat sahur dengan harapan tetap segar sepanjang hari. Secara teori, kafein memang dapat membantu meningkatkan fokus.
Namun ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
Pertama, kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika konsumsi kopi tidak diimbangi dengan cukup air putih, risiko dehidrasi saat puasa bisa meningkat.
Kedua, konsumsi kopi saat perut kosong dapat memicu peningkatan asam lambung. Hal ini berpotensi menyebabkan rasa tidak nyaman seperti perih atau mual, terutama pada orang yang memiliki lambung sensitif.
Selain itu, efek kafein umumnya bertahan sekitar 3–6 jam. Artinya, jika kopi diminum saat sahur dini hari, efeknya mungkin sudah berkurang sebelum siang hari sehingga tidak selalu membantu menjaga energi sepanjang hari.
Meski begitu, minum kopi saat sahur masih tergolong aman bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi kopi setiap hari, tidak memiliki masalah lambung, dan tetap memenuhi kebutuhan cairan.
Minum Kopi Saat Berbuka
Banyak ahli gizi lebih menyarankan konsumsi kopi setelah berbuka puasa. Alasannya, tubuh sudah mendapatkan asupan cairan terlebih dahulu sehingga risiko dehidrasi dapat berkurang.
Selain itu, saat berbuka biasanya diawali dengan makanan ringan seperti kurma atau camilan lainnya. Kehadiran makanan di lambung dapat mengurangi risiko iritasi akibat kopi dibandingkan ketika diminum saat perut kosong.
Meski demikian, konsumsi kopi saat berbuka juga perlu memperhatikan waktu. Minum kopi terlalu malam dapat mengganggu kualitas tidur, padahal tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga energi selama puasa. Idealnya, kopi dikonsumsi sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka, bukan mendekati waktu tidur.
Secara umum, konsumsi kopi setelah berbuka dianggap lebih aman dibandingkan saat sahur, terutama bagi orang yang memiliki lambung sensitif atau mudah mengalami dehidrasi.
Namun pilihan waktu tetap bergantung pada kondisi tubuh masing-masing. Mereka yang terbiasa minum kopi di pagi hari dan tidak memiliki masalah lambung masih bisa mengonsumsinya saat sahur dengan tetap memperhatikan asupan cairan.
Sebaliknya, bagi yang mudah haus atau ingin menjaga kualitas tidur, minum kopi setelah berbuka bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.
Agar tetap nyaman selama menjalankan ibadah puasa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi kopi:
Pertama, hindari minum kopi saat perut benar-benar kosong. Konsumsi makanan ringan terlebih dahulu sebelum minum kopi.
Kedua, batasi konsumsi kopi sekitar satu cangkir per hari untuk menghindari dehidrasi dan gangguan tidur.
Ketiga, pilih jenis kopi yang lebih ramah lambung, seperti kopi dengan tingkat keasaman rendah atau metode seduh seperti cold brew.
Keempat, hindari menambahkan gula secara berlebihan karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan energi.
Terakhir, perhatikan waktu konsumsi kopi. Jika memiliki masalah tidur, sebaiknya hindari minum kopi terlalu malam.