Dari Ritual ke Estetika: Menelusuri Jejak Ribuan Tahun Asal-Usul Rias Wajah

  • 08 Mar 2026 11:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Riasan wajah atau make-up telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas diri dan profesionalisme. Namun, fungsi kosmetik di masa lalu jauh melampaui sekadar mempercantik diri.

Sejarah mencatat bahwa penggunaan riasan bermula dari kebutuhan perlindungan kesehatan, simbol status sosial, hingga ritual spiritual yang sakral. Peradaban Mesir Kuno sekitar tahun 4000 sebelum Masehi dianggap sebagai pelopor penggunaan riasan.

Berdasarkan catatan Arsip Sejarah Smithsonian, pria dan wanita Mesir menggunakan kohl (campuran timah hitam dan tembaga) untuk menghitamkan kelopak mata. Fungsi utamanya saat itu bukan hanya estetika, melainkan untuk melindungi mata dari terik matahari gurun yang menyengat serta mencegah infeksi mata.

Riasan mata yang tebal juga diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada dewa-dewa seperti Horus dan Ra. Di belahan dunia lain, riasan wajah berkembang sebagai penanda kelas sosial.

Mengutip riset dari Museum Nasional Jepang (Tokyo State Museum), pada era Heian, perempuan bangsawan Jepang memutihkan wajah mereka dengan bedak berbahan dasar beras yang disebut oshiroi. Wajah putih bersih menjadi simbol kesucian dan status ekonomi tinggi karena menunjukkan bahwa mereka tidak perlu bekerja di bawah terik matahari.

Di Eropa, pada masa Ratu Elizabeth I (abad ke-16), tren kulit putih pucat mencapai puncaknya. Berdasarkan dokumentasi The British Museum, para bangsawan menggunakan ceruse (campuran timah putih dan cuka) yang sayangnya mengandung racun tinggi. Sejarah ini menjadi pengingat penting bagi industri kecantikan tentang standar keamanan bahan baku kosmetik.

Titik balik komersialisasi riasan wajah terjadi pada awal abad ke-20 seiring lahirnya industri film Hollywood. Menurut laporan sejarah dari Estée Lauder Companies, tokoh seperti Max Factor mulai menciptakan kosmetik yang lebih praktis untuk para aktor agar terlihat sempurna di depan kamera.

Revolusi industri kemudian memungkinkan produksi massal lipstik, bedak, dan maskara, sehingga riasan wajah yang dulunya hanya milik kaum bangsawan atau seniman, kini dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Orientasi riasan wajah telah bergeser menuju Clean Beauty.

Laporan Tren dari L'Oréal Global menunjukkan bahwa konsumen kini lebih memilih produk yang tidak hanya mempercantik, tetapi juga mengandung nutrisi kulit (skin-infused make-up). Penggunaan bahan alami yang berkelanjutan (sustainable) serta teknologi virtual try-on berbasis AI menjadi standar baru, di mana setiap orang dapat menemukan warna riasan yang paling sesuai secara personal tanpa harus mencoba produk fisik secara langsung.

Asal-usul riasan wajah adalah cerminan dari keinginan manusia untuk mengekspresikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan. Dari fungsi perlindungan di Mesir hingga teknologi canggih, riasan wajah tetap menjadi bahasa universal yang melampaui batas waktu dan budaya.

Rekomendasi Berita