Sampah Puntung Rokok Ancam Lingkungan
- 24 Feb 2026 11:03 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID - Sampah kini menjadi isu yang semakin sering diperbincangkan di berbagai negara. Perhatian tidak lagi tertuju hanya pada limbah berukuran besar, tetapi juga pada sampah kecil yang kerap dianggap sepele.
Permasalahan ini bukan hanya tentang banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan, melainkan juga tentang dampak berbahaya yang ditimbulkannya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Banyak orang menganggap puntung rokok sebagai sampah kecil yang tidak berbahaya.
| Baca juga: Bali Deklarasikan 100 Persen Memilah Sampah |
Padahal, menurut World Health Organization (WHO) melalui laporan WHO FCTC Global Studies, puntung rokok termasuk limbah berbahaya dan beracun yang dapat merusak lingkungan secara global.
"Secara global, sampah rokok paling umum ditemukan di semua limbah, semuanya mengandung bahan beracun dan mikroplastik," tegas Rudiger Krech, Direktur Promosi Kesehatan WHO.
Setiap tahun, dari hampir 6 triliun rokok yang dihisap, sekitar 4,5 triliun puntungnya dibuang ke alam. Data yang dirangkum ANTARA menyebutkan jumlah tersebut setara sekitar 766,6 juta kilogram sampah per tahun. Bahkan, puntung rokok kini menjadi salah satu sampah plastik yang paling sering ditemukan di laut.
Dampaknya sangat serius. Satu puntung rokok dapat mencemari hingga 1.000 liter air. Filter rokok mengandung mikroplastik yang memerlukan waktu puluhan tahun untuk terurai dan dapat masuk ke rantai makanan melalui hewan laut.
Ketika manusia mengonsumsi hewan laut yang telah terkontaminasi mikroplastik, risiko yang muncul dapat berupa gangguan pernapasan hingga perubahan genetik. Fakta ini menegaskan bahwa puntung rokok bukan sekadar sampah kecil, melainkan ancaman nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....