Keanggunan di Atas Air, Menanam dan Merawat Teratai
- 22 Feb 2026 18:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Teratai (Nymphaea) sering kali dianggap sebagai simbol ketenangan dan kemurnian. Kehadirannya di kolam taman tidak hanya mempercantik estetika hunian dengan bunga-bunganya yang berwarna cerah, tetapi juga membantu menjaga ekosistem air tetap sehat dengan menyediakan naungan bagi ikan dan menekan pertumbuhan alga.
Banyak orang keliru menyamakan Teratai (Lotus) dengan Water Lily (Nymphaea). Kunci perbedaannya adalah Teratai (Nymphaea) memiliki daun dan bunga biasanya mengapung tepat di permukaan air. Lotus (Nelumbo) memiliki daun dan bunga tumbuh menjulang tinggi ke atas permukaan air menggunakan batang yang kuat.
Menanam teratai mungkin terlihat sulit karena medianya yang berupa air. Namun dengan teknik yang tepat, anda bisa menghadirkan keindahan ala taman kerajaan di halaman rumah anda sendiri.
Berikut ini langkah-langkah menanam teratai dihimpun dari berbagai sumber :
Jika anda tidak memiliki kolam permanen, anda tetap bisa menanam teratai menggunakan wadah atau pot besar yang kedap air. Gunakan pot atau ember besar yang tidak memiliki lubang drainase di bagian bawah. Diameter minimal 40 cm sangat disarankan agar akar bisa berkembang.
Menggunakan pot bisa dipilih apakah pot besar, pot kecil, pot tinggi, pot lebar. Ini akan mempengaruhi tingkat berbunga dan kesehatan tanaman. Jika menanam di tempat besar, daun dan bunga akan terlihat lebih besar. Tapi jika menggunakan wadah yang kecil akan menghemat tanah dan menghemat air.
Selalu gunakan dua wadah agar gampang mengurus teratai ketika teratai itu airnya kotor dan muncul banyak lumut. Tinggal buang airnya, bersihkan wadah luarnya, lalu isi kembali dan teratai sudah terlihat bagus kembali.
Tanah yang paling bagus untuk teratai itu adalah tanah liat yang dicampur dengan tanah hitam. Fungsi tanah liat ini adalah untuk mengikat pupuk agar tidak bocor, sehingga pupuk bekerja maksimal untuk tanaman.
Semua tanah bisa digunakan, tetapi yang terbaik adalah tanah liat. Bisa juga menggunakan media tanam dari tanah kebun yang berat atau tanah lumpur sawah. Hindari menggunakan media tanam instan yang mengandung banyak perlite atau gambut karena media tersebut akan mengapung dan memperkeruh air.
Isi wadah dengan tanah lumpur setinggi 15–20 cm. Tanam umbi teratai secara horizontal dengan bagian tunas menghadap ke atas. Tutup dengan lapisan tipis pasir atau kerikil kecil untuk menjaga agar tanah tidak naik ke permukaan air. Isi wadah dengan air perlahan-lahan hingga menenggelamkan tunas sedalam 10–20 cm.
Agar teratai Anda tidak hanya tumbuh daun, perhatikan aspek-aspek berikut:
1. Sinar Matahari adalah "Bahan Bakar"Teratai adalah tanaman yang sangat rakus akan cahaya. Mereka membutuhkan setidaknya 6–8 jam sinar matahari langsung setiap hari untuk menghasilkan bunga. Jika diletakkan di tempat yang teduh, tanaman hanya akan rimbun oleh daun.
2. Pembersihan Rutin. Daun yang sudah tua, kuning, atau membusuk harus segera dipangkas. Daun yang membusuk di dalam air dapat mengurangi kadar oksigen dan memicu pertumbuhan bakteri yang membahayakan ikan di dalam kolam.
Supaya tanaman tetap sehat dan sering berbunga, daun yang tumpang tindih harus dibuang. Daun yang dibawah menjadi kuning karena tidak terkena sinar matahari jadi tidak sehat dan layu. Kalau dibiarkan akan mengakibatkan munculnya kutu-kutu atau munculnya penyakit-penyakit.
Jadi semakin sering daun dibuang itu akan membuat tanaman semakin sehat. Jadi sisakan daun yang paling muda, buang daun tua dan yang tertimpa supaya tanaman tetap sehat dan sinar matahari juga bisa menembus ke tanah. Sisakan daun hanya 5 sampai 6 lembar paling banyak.
Kalau ada batang yang tersisa ketika kekurangan sinar matahari itu bisa mengakibatkan munculnya lumut yang lengket pada batang dan daun teratai Jadi lumut itu sangat tidak bagus untuk teratai karena bisa mengakibatkan teratai tidak sehat dan tidak mau berbunga
3. Pemupukan Berkala. Karena teratai tumbuh di dalam air, gunakan pupuk khusus tanaman air berbentuk tablet yang ditanamkan ke dalam lumpur di dekat akar. Lakukan pemupukan setiap sebulan sekali selama musim tumbuh.
Bila daun sudah mulai menguning Ini adalah ciri ciri daun yang sudah kekurangan nutrisi. Warnanya hijau kekuning-kuningan, maka sudah saatnya untuk memberikan pupuk. Keuntungan bila kita menanam dengan tehnik dua pot, tinggal angkat pot dalamnya keluar, lalu masukkan pupuk ke dalam tanah tekan-tekan sedikit tanahnya dan tutup kembali.
Warna bunga sangat dipengaruhi oleh lamanya penyinaran matahari dan penggunaan pupuk. Jadi tanaman kalau bisa terkena sinar matahari 8 sampai 9 jam. Kalau tidak bisa 4 jam juga bisa hidup, tetapi warna bunga akan berbeda sedikit. Jadi pupuk juga sangat berpengaruh untuk tanaman, gunakan pupuk yang bagus agar tanamannya menghasilkan bunga yang berwarna lebih bagus
Menjaga air tetap jernih untuk mencegah air menjadi sarang nyamuk, masukkan beberapa ekor ikan kecil seperti ikan cupang atau guppy ke dalam wadah teratai. Ikan-ikan ini akan memakan jentik nyamuk sekaligus memberikan pupuk alami bagi tanaman dari kotorannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....