Klentang Buah Kelor Muda Kaya Manfaat
- 05 Feb 2026 13:52 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Klentang merupakan buah muda dari tanaman kelor (Moringa oleifera) yang selama ini dikenal sebagai sayuran tradisional di berbagai daerah Indonesia. Polong berwarna hijau ini dipanen saat masih muda agar teksturnya tetap empuk dan rasanya ringan.
Tanaman kelor diperkirakan berasal dari kawasan kaki Pegunungan Himalaya di India. Seiring waktu, tanaman ini menyebar luas ke wilayah Asia, Afrika, hingga Amerika Latin, termasuk tumbuh subur di berbagai daerah Indonesia.
Di Indonesia, kelor banyak ditemukan di wilayah beriklim panas hingga agak lembap, seperti Nusa Tenggara, Jawa, Sulawesi, dan sebagian Sumatra. Tanaman ini dikenal tahan terhadap kondisi kering dan mudah dibudidayakan.
Melansir dari laman Hallo Sehat, secara botani kelor termasuk dalam famili Moringaceae. Tanaman ini memiliki batang berkayu, daun majemuk kecil berwarna hijau cerah, bunga putih kekuningan, serta buah berbentuk polong panjang yang disebut klentang saat masih muda.
Dalam kuliner Nusantara, klentang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Beberapa olahan yang umum dijumpai antara lain sayur bening, sayur lodeh, tumisan sederhana, hingga campuran sayur asem dan sayur kuning.
Rasanya yang netral membuat klentang mudah menyerap bumbu dan berpadu dengan berbagai rempah. Teksturnya yang renyah lembut juga memberikan sensasi gigit yang khas pada hidangan berkuah maupun tumisan.
Selain berperan sebagai bahan pangan, klentang juga mengandung berbagai zat gizi penting. Buah muda kelor ini mengandung vitamin C, serat, kalium, kalsium, magnesium, serta senyawa antioksidan seperti beta-karoten.
Kandungan nutrisi tersebut bermanfaat untuk mendukung daya tahan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, membantu mengontrol tekanan darah, serta melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Dengan kalori yang relatif rendah dan kandungan gizi yang beragam, klentang berpotensi menjadi superfood lokal yang mendukung pola makan sehat. Keberadaannya menunjukkan bahwa pangan tradisional Indonesia memiliki nilai kesehatan yang penting untuk terus dimanfaatkan dan dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....