Kurma Buah Gurun Kaya Sejarah dan Manfaat
- 02 Feb 2026 13:36 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pohon kurma adalah tanaman buah ikonik yang tumbuh subur di wilayah kering dan gurun. Selain rasanya yang manis, kurma dikenal karena kandungan gizinya yang tinggi dan sejarah panjang sebagai sumber pangan penting bagi peradaban manusia.
Sejarah mencatat bahwa kurma sudah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu di Mesopotamia dan Teluk Persia. Bangsa Sumeria, Babilonia, dan Mesir Kuno memanfaatkannya sebagai sumber energi utama, bahkan disebut sebagai “roti gurun” karena peran vitalnya bagi pengembara dan penduduk oasis.
| Baca juga: Mengatur Energi saat Puasa dan Bekerja |
Kurma kemudian menyebar luas seiring perdagangan dan penyebaran agama, terutama Islam. Saat ini, kurma menjadi komoditas global dengan penghasil utama Arab Saudi, Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Penyebaran ini juga mendorong munculnya berbagai varietas yang berbeda di seluruh dunia.
Beberapa varietas populer antara lain Kurma Ajwa dari Madinah, yang terkenal karena nilai simbolis dan rasanya yang lembut, serta Kurma Medjool, dijuluki “raja kurma” karena ukuran dan kemanisan legitnya. Varietas lain, seperti Deglet Noor, Sukari, Barhi, dan Khalas, memiliki karakter rasa, tekstur, dan kegunaan yang berbeda, baik untuk camilan maupun olahan makanan.
Selain varietas klasik Timur Tengah, beberapa negara Asia seperti Pakistan, India, dan Indonesia mengembangkan kultivar yang lebih adaptif terhadap iklim tropis. Kurma tropis ini biasanya lebih toleran terhadap kelembaban tinggi meski tetap tidak seoptimal varietas gurun.
Kandungan gizi kurma membuatnya sangat berharga. Buah ini kaya karbohidrat, serat, kalium, magnesium, vitamin B6, dan antioksidan. Kombinasi nutrisi tersebut membuat kurma menjadi sumber energi cepat, mendukung pencernaan, menjaga kesehatan jantung, dan membantu fungsi saraf serta metabolisme tubuh.
Kurma juga memiliki potensi manfaat khusus bagi ibu hamil. Beberapa studi menunjukkan konsumsi kurma menjelang persalinan dapat membantu mempermudah proses persalinan normal, meski tetap perlu pengawasan tenaga kesehatan.
Selain aspek gizi, kurma memiliki nilai budaya dan tradisi yang tinggi, terutama di Timur Tengah. Pohon ini tahan terhadap kondisi gurun yang ekstrem, sekaligus menjadi simbol ketahanan hidup, perdagangan, dan keagamaan yang berlangsung selama ribuan tahun.
Dengan sejarah panjang, kandungan gizi tinggi, serta nilai budaya yang kaya, kurma bukan sekadar buah manis. Ia merupakan bagian penting dari tradisi manusia, sumber energi yang menyehatkan, dan komoditas global yang terus diminati di seluruh dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....