Catur Guru dan Makna Orang Tua

  • 24 Jan 2026 16:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Dalam ajaran Hindu, pendidikan tidak hanya dimulai di sekolah, tetapi berakar kuat dari keluarga. Konsep Catur Guru, yaitu empat jenis guru dalam kehidupan. Ajaran ini menempatkan orang tua sebagai guru rupaka, guru pertama yang membentuk dasar kehidupan seorang anak.

Makna tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Agung Diah dan Kadek Aryani dalam acara Tanya Jawab Agama Hindu Sabtu, (24/1/2026). Dalam perbincangan itu, dijelaskan guru rupaka memiliki peran paling awal dan paling dekat dalam perjalanan hidup anak, bahkan sebelum ia mengenal guru di sekolah maupun masyarakat.

Orang tua tidak hanya berperan melahirkan dan merawat anak secara fisik, tetapi juga menjadi sumber pendidikan pertama. Sejak anak masih kecil, orang tualah yang mengajarkan berjalan, berbicara, bersikap, hingga mengenalkan nilai spiritual dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konsep Catur Guru, orang tua dipandang sebagai sosok yang sangat mulia. Dalam ajaran Hindu, orang tua kerap disebut sebagai perwujudan betara yang hadir nyata dalam kehidupan anak. Oleh karena itu, menghormati dan menaati orang tua menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak.

Keteladanan menjadi kunci utama peran guru rupaka. Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi dari apa yang ia lihat setiap hari. Ketika orang tua mengajarkan nilai kebaikan, sembahyang, dan tata susila, hal tersebut akan lebih bermakna jika diwujudkan melalui contoh nyata dalam kehidupan keluarga.

Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, peran guru rupaka menghadapi tantangan baru. Pola asuh yang dulu bersifat otoriter kini perlu disesuaikan dengan karakter anak masa kini yang lebih kritis dan terbuka terhadap informasi. Namun, nilai dasar yang ditanamkan orang tua tetap menjadi fondasi utama sebelum anak berinteraksi dengan dunia luar.

"Melalui peran sebagai guru rupaka, orang tua juga membimbing anak dalam berbagai fase kehidupan. Mulai dari tumbuh kembang jasmani, pendidikan rohani, hingga pembentukan karakter agar kelak mampu mandiri dan bermasyarakat," ujar Agung Diah.

Dengan demikian, Catur Guru bukan sekadar konsep ajaran, melainkan pedoman hidup yang nyata dalam keluarga. Di dalamnya, orang tua memegang peranan penting sebagai guru pertama yang menuntun anak mengenal kehidupan dengan nilai, tanggung jawab, dan keteladanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....