Ketenangan Bukan Datang, Tapi Kita yang Membuatnya

  • 28 Okt 2025 20:58 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Di tengah hidup yang penuh tekanan dan kesibukan, banyak orang berusaha mencari ketenangan dengan berbagai cara berlibur, berbelanja, atau menjauh dari keramaian. Namun, sering kali ketenangan itu hanya sementara. Setelah semua dilakukan, hati tetap terasa gelisah. Mengapa? Karena ketenangan sejati ternyata tidak datang dari luar diri kita.

Dalam buku Filosofi Teras, Henry Manampiring menulis, “Ketenangan bukan datang dari keadaan, tetapi dari cara berpikir.” Kalimat ini menegaskan bahwa kedamaian tidak ditentukan oleh situasi di sekitar, melainkan oleh cara kita memandang dan merespons setiap keadaan.

Sering kali kita merasa tenang hanya saat hidup berjalan sesuai harapan. Begitu ada hal yang melenceng sedikit, rasa tenang itu menghilang. Padahal, ajaran Stoikisme yang diangkat dalam buku ini mengingatkan bahwa kita tidak bisa mengatur dunia luar, tapi kita bisa mengatur pikiran kita sendiri.

Dengan pola pikir yang tenang, kita belajar menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan mulus. Ketika masalah datang, kita bisa memilih untuk tetap berpikir jernih dan fokus mencari solusi. Inilah ketenangan sejati bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena kita mampu menjaga diri tetap damai di tengah kesulitan.

Jadi, daripada mencari ketenangan di luar, cobalah mulai dari dalam diri. Sebab seperti kata Henry Manampiring, ketenangan bukan hadiah dari keadaan, melainkan hasil dari pikiran yang terkendali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....