Ada Rambut di Makanan, Masihkah Layak Dimakan?
- 12 Jul 2025 22:42 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Kehadiran sehelai rambut di atas makanan bisa langsung membuat seseorang kehilangan selera. Meski ukurannya kecil dan tampak sepele, banyak orang bertanya-tanya, "apakah makanan tersebut masih aman dikonsumsi, atau lebih baik dibuang?" Untuk menjawabnya, mari kita lihat dari sisi kesehatan, aturan keamanan pangan, dan persepsi psikologis.
Dilansir dari Bon Appétit, menelan satu atau dua helai rambut sebenarnya tidak membahayakan tubuh secara langsung. “Menelan rambut sesekali kemungkinan besar tidak akan menyebabkan masalah, rambut hanya akan melewati sistem pencernaan dan keluar bersama kotoran.”
Dengan kata lain, rambut yang terdiri dari keratin tidak akan tercerna, tapi juga tidak membahayakan selama dalam jumlah kecil. Namun begitu, rambut bisa membawa bakteri dari kulit kepala seperti Staphylococcus aureus, yang berpotensi menimbulkan kontaminasi. Karena alasan inilah, menurut pedoman dari FDA Food Code, pekerja makanan diwajibkan mengenakan penutup rambut untuk menghindari jatuhnya rambut ke makanan. Ini bukan hanya soal etika, tapi bagian dari standar sanitasi makanan yang baik.
Secara hukum, badan pengawas seperti FDA (Food and Drug Administration) memang mengizinkan keberadaan kontaminan fisik dalam jumlah yang sangat kecil, termasuk rambut, selama tidak membahayakan. Dalam dokumen Food Defect Action Levels, dijelaskan bahwa benda asing seperti rambut masih dianggap tolerabel jika tidak merusak mutu makanan atau membahayakan kesehatan.
Walau tidak berbahaya secara fisik, aspek psikologis tetap memegang peranan penting. Banyak orang merasa jijik dan tidak nyaman melanjutkan makan setelah menemukan rambut, karena secara sosial rambut yang tercecer sering diasosiasikan dengan ketidakhigienisan. Seperti yang diungkapkan oleh Bon Appétit, “Memakan rambut sebenarnya tidak berbahaya, tapi dianggap menjijikkan karena persepsi sosial yang melekat.”
Jadi, meskipun secara medis makanan tersebut tidak membahayakan, keputusan untuk tetap memakan atau membuangnya tergantung pada kenyamanan pribadi. Bila merasa terganggu atau jijik, lebih baik tidak dilanjutkan. Dan jika ditemukan di makanan dari luar, sebaiknya dilaporkan kepada penjual agar kebersihan bisa diperbaiki demi kenyamanan semua pelanggan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....