Memahami Panca Maya Kosa Lima Lapisan Badan Astral pada Manusia
- 18 Okt 2024 13:10 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar : Panca Maya Kosa dalam Agama Hindu adalah lima lapisan tubuh spiritual yang membungkus badan manusia. Masing – masing lapisan tersebut merepresentasikan aspek berbeda dari eksistensi manusia, mulai dari yang paling kasar ( fisik) hingga yang paling halus ( spiritual). Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Ida Bagus Made Putra, dalam program acara Surya Puja beberapa waktu lalu di Programa 4 RRI Denpasar.
Menurut Ida Bagus Made Putra, dalam konteks manusia (Bhuana alit atau Prakerti) adalah lapisan badan yang membungkus kesadaran murni Purusa atau roh, yang mana perpaduan keduanya membentuk dua jenis wahana ( badan) yaitu badan fisik dan pikiran. Badan fisik mudah diketahui manusia tetapi pikiran manusia berada pada alam yang lebih halus, sehingga tidak bisa dilihat dan dirasakan oleh badan fisik manusia.
“Sebagaimana termuat dalam Taittiriya Upanishad dan buku – buku suci Hindu lainnya, “ Roh kesadaran murni dibungkus oleh lima ( 5) lapisan badan yang terbentuk dari lima jenis energi, atau materi serta energi kesadaran yang diesbut dengan Panca Maya Kosa. Di dalam ajaran Hindu Dharma disebutkan bahwa eksistensi atau keberadaan kita sebagai manusia sesungguhnya ada dalam berbagai lapisan badan, yang merupakan wahana bagi roh dalam menggeluti siklus reinkarnasi. Apa yang ada di alam semesta atau Bhuana Agung juga ada di dalam diri manusia ( Bhuana Alit)” ujarnya.
Ida Bagus Made Putra mengungkapkan lima lapisan badan manusia sebagai wahana roh dalam siklus reinkarnasinya yang disebut dengan Panca Maya Kosa terdiri dari :
1. Annamaya Kosa yaitu lapisan badan yang tersusun dari sari – sari makanan, yeng terdiri dari dua (2) sub lapisan yaitu Stula Sarira dan Lingga Sarira. Jadi setiap makanan yang dimakan oleh manusia sudah tentu nantinya bisa mempengaruhi badan, pikiran dan kekuatan manusia itu sendiri. Semakin banyak memakan makanan yang tidak bermanfaat tentunya juga akan berpengaruh tidak baik kepada tubuh manusia itu sendiri.
2.Pranamaya Kosa yaitu lapisan badan yang tersusun dari energi Prana yang merupakan energi pembentuk kehidupan yang ada di semua penjuru alam semesta. Lapisan ini terkait jejaring energi prana yang terdiri dari Nadhi,Cakra, Graniti dan Kundalini. Wujud dari Pranamaya Kosa adalah kemilau warna keemasan. Saat kematian datang, lapisan badan ini dengan sendirinya akan keluar dari badan dan kembali ke samudera energi Prana atau alam semesta. Di dalam lapisan badan Pranamaya Kosa ini tidak bisa dilihat dengan mata biasa, karena terdapat banyak partikel – partikel kecil energi Prana atau energi kehidupan yang berputar atau berpusat pada cakra manusia.
3.Manomaya Kosa yaitu lapisan manah atau pikiran yang membungkus jiwa/atman yang lebih dalam dari Pranamaya Kosa. Terdiri dari dua (2) sub yaitu, Suksma Sarira dan Karana Sarira. Lapisan ini juga disebut lapisan kekuatan mental atau lapisan susunan psikis.
4.Vijnana Maya Kosa yaitu lapisan badan yang tersusun dari energi pikiran yang halus dan sadar. Orang biasanya menyebutkan dengan teknik meditasi, yang mana seseorang yang melakukan meditasi, sudah tentu pikiran – pikiran yang halus harus didasari juga dengan kesadaran. Apabila seorang yang melakukan meditasi lepas kontrol dari pikirannya, hal ini biasanya menjadi sesuatu yang berbahaya yang membuat pikiran tindak tentu arah. Jadi pada saat manusia melakukan meditasi atau pada saat mengheningkan pikiran, juga harus mempunyai kesadaran – kesadaran tersebut, agar pada saat melakukan meditasi bisa fokus dan tidak terganggu dengan pikiran – pikiran lain.
5.Ananda Maya Kosa yaitu lapisan badan yang tersusun dari energi alam semesta dan transenden yang melebur dalam Parama Santhi dan kedamaian sempurna.
” Alam ini sejatinya sudah memberikan sinyal kepada diri manusia. Tetapi sebagai manusia biasa, biasanya jarang mengetahui apa maksud dari pikiran – pikiran yang muncul sebagai tanda atau sinyal yang muncul dari alam. Jadi segala sesuatu yang sudah diberikan oleh alam, manusia harus mencerna dan memahaminya melalui proses pembelajaran diri secara terus menerus” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....