Hindari Macet dan Nyepi, Pemudik Curi Start

  • 10 Mar 2026 21:22 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Meski suasana Pelabuhan Gilimanuk terpantau masih lenggang, gelombang pemudik dini yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa mulai terlihat. Sejumlah warga memilih untuk "mencuri start" pulang kampung guna menghindari kepadatan puncak arus mudik serta penutupan pelabuhan menjelang Hari Raya Nyepi.

Ketakutan akan terjebak kemacetan panjang menjadi alasan utama. Apalagi, Pelabuhan Gilimanuk dijadwalkan akan menutup operasional sementara pada 19 Maret 2026 mendatang untuk menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Bali.

Salah seorang pemudik asal Bondowoso, Muhammad Hariyanto, mengaku sengaja mengambil cuti lebih awal dari pekerjaannya di Denpasar. "Alasan pertamanya biar tidak kena macet karena hari raya Nyepi itu. Kedua, saya juga mau mengurus STNK yang hilang supaya tidak mepet hari raya," ujarnya saat ditemui di area pelabuhan, Selasa 10 Maret 2026.

Senada dengan Hariyanto, Ni Ketut Sukerti, warga Banyuwangi yang membuka usaha di Denpasar, memilih pulang lebih cepat karena adanya urusan keluarga. Ia bahkan berencana menetap di kampung halaman hingga dua pekan setelah Lebaran Ketupat.

Pihak PT ASDP Gilimanuk memprediksi bahwa arus mudik tahun ini akan mengalami peningkatan sebesar 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun detail prediksi puncak arus yakni, puncak arus mudik, 15 Maret 2026 (H-4 Lebaran). Sementara puncak arus balik pada 26 Maret 2026 (H+5 Lebaran).

Saat ini, fasilitas pelabuhan masih melayani penumpang dengan normal tanpa antrean berarti. Namun, bagi warga yang memiliki fleksibilitas waktu, mudik lebih awal sangat disarankan untuk menjamin kenyamanan perjalanan lintas pulau tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....