Koperasi Merah Putih Denpasar Didorong Jadi Agregator dan Mitra UMKM

  • 22 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kota Denpasar diharapkan mampu menjadi agregator sekaligus fasilitator bagi pelaku UMKM, bukan menjadi pesaing dalam menjalankan usaha. Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat membuka akses dan peluang bagi UMKM untuk berkembang melalui potensi usaha di masing-masing wilayah.

Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Madya, Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar, A.A. Ayu Anom Kartika Dewi, S.E., M.M., mengatakan seluruh desa dan kelurahan di Kota Denpasar telah memiliki Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Dari 27 desa dan 16 kelurahan, telah terbentuk 43 koperasi yang seluruhnya juga sudah memiliki badan hukum.

"Di Kota Denpasar ini dari empat kecamatan, sudah semua setiap desa dan kelurahan memiliki Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Jadi kita di Kota Denpasar memiliki 27 desa dan 16 kelurahan, semua sudah terbangun," ujar Ayu Anom.

Saat ini, Koperasi Merah Putih memasuki tahap pengembangan usaha setelah sebelumnya melalui tahap pembentukan. Pengembangan dilakukan bersama Satgas, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan dan pengawasan untuk memastikan koperasi mampu menjalankan usaha secara adaptif dan berkelanjutan.

"Tahap saat ini adalah tahap pengembangan koperasi. Jadi ada tiga tahap yang kita lakukan bersama tim Satgas, yang pertama pembentukan, kemudian pengembangan usaha yang tahapannya masih sampai sekarang, dan selanjutnya pembinaan dan pengawasan," jelasnya.

Ayu Anom menegaskan, Koperasi Merah Putih tidak semestinya diposisikan sebagai pesaing UMKM, BUMDes maupun koperasi lain yang telah ada. Sebaliknya, koperasi diharapkan menjadi agregator dan fasilitator yang membuka akses bagi UMKM untuk mengembangkan produknya.

"Koperasi itu tidak menjadi pesaing UMKM, ataupun BUMDes juga atau koperasi lainnya yang ada di wilayah desa ataupun kelurahan tersebut. Tetapi koperasi itu tentu juga menjadi agregator sebenarnya juga, dan pengurus menjadi fasilitator kepada UMKM," katanya.

Menurutnya, sinergi tersebut dapat dilakukan dengan membuka jalan bagi UMKM melalui jaringan dan brand Koperasi Merah Putih. Pengembangan usaha juga diarahkan agar sesuai dengan potensi lokal serta memiliki model bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.

"Jadi membuka jalan kepada UMKM yang ada di desa dengan brand Koperasi Merah Putih. Jadi jangan itu dipakai pesaing," tegas Ayu Anom.

Ia menambahkan, pemahaman masyarakat mengenai keberadaan koperasi juga menjadi hal penting agar program tersebut dapat berjalan optimal. Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar memastikan pembinaan akan terus dilakukan dan berharap Koperasi Merah Putih dapat berkembang bersama para pelaku usaha lainnya.

"Pemahaman kepada masyarakat ini sangat penting. Ayo lanjutkan Koperasi Merah Putih dengan semangat dan tentunya kami akan terus membina. Semoga Koperasi Merah Putih akan sukses dan beriringan bersama, berjalan dengan pengusaha-pengusaha lainnya, menjadi mitra," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....