Memahami Perbedaan Situasi Darurat dan Bencana

  • 19 Agt 2026 06:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Memahami perbedaan antara situasi darurat dan bencana menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai risiko. Meskipun sama-sama membutuhkan respons cepat, kedua kondisi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, terutama dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Pemahaman yang tepat akan membantu masyarakat menentukan tindakan yang sesuai ketika menghadapi suatu peristiwa.

Narasumber dari BPBD Provinsi Bali, Lisa Wulandari, menjelaskan situasi darurat merupakan kondisi yang masih dapat ditangani dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia. Sebaliknya, suatu kejadian baru dapat dikategorikan sebagai bencana apabila telah mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Penentuan status tersebut lebih didasarkan pada dampak yang ditimbulkan daripada jenis kejadiannya.

"Situasi darurat itu biasanya kejadian yang masih bisa kita tangani. Contohnya ketika menemukan orang pingsan di jalan. Itu harus segera ditolong, memerlukan respons cepat, dan masih bisa kita tangani, misalnya dengan menelepon ambulans atau menghubungi pihak terkait," jelas Lisa Wulandari.

Ia menambahkan, banjir menjadi salah satu contoh yang dapat membedakan antara situasi darurat dan bencana. Apabila banjir hanya berupa genangan dan masyarakat masih dapat beraktivitas seperti biasa, kondisi tersebut masih tergolong situasi darurat. Namun, ketika banjir menyebabkan warga tidak dapat keluar rumah, bekerja, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka peristiwa tersebut telah masuk dalam kategori bencana.

"Kalau yang dikatakan bencana, itu ketika sudah mengganggu kehidupan dan penghidupan kita. Misalnya banjir yang membuat kita tidak bisa keluar rumah, tidak bisa bekerja, dan sulit mencari makan. Tetapi kalau hanya banjir berupa genangan dan kita masih bisa beraktivitas seperti biasa, itu masih termasuk situasi darurat," pungkasnya.

Lisa berharap masyarakat terus meningkatkan pengetahuan mengenai kebencanaan agar tidak salah dalam memahami kondisi yang dihadapi. Menurutnya, kesiapsiagaan yang diawali dari pemahaman yang benar akan membantu masyarakat mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi situasi darurat maupun bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....