Pilah Sampah Kurangi Dampak Pencemaran

  • 29 Jul 2026 06:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pengelolaan sampah yang belum dilakukan secara optimal masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Sampah yang tercampur dan berakhir di tempat pembuangan akhir berpotensi menghasilkan gas metana serta limbah cair yang mencemari lingkungan.

Kondisi tersebut dapat memperburuk dampak perubahan iklim. Dody Setiawan selaku Kepala Subbidang Evaluasi Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara KLHK, mengungkapkan sebagian besar tempat pembuangan akhir masih menggunakan sistem open dumping sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran.

Oleh karena itu pengelolaan sampah sejak dari sumber menjadi sangat penting. Dalam mengelola sampah kita masih menggunakan pola kumpul, angkut, buang. Semua sampah bercampur lalu dibuang ke TPA. Karena sebagian besar TPA masih menggunakan sistem open dumping, timbul gas metana dan cairan lindi yang merupakan limbah berbahaya jika tidak diolah.

"Diperlukan instalasi pengolahan air limbah agar tidak mencemari tanah, sungai, maupun laut. Upaya paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah memilah sampah sejak dari sumber dan mencegah timbulan sampah", ujarnya.

Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Semakin banyak sampah yang dipilah, semakin kecil pula potensi pencemaran lingkungan.

Langkah tersebut juga mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Melalui kebiasaan memilah sampah, masyarakat dapat berkontribusi menjaga kualitas lingkungan.

Upaya sederhana tersebut apabila dilakukan bersama-sama akan memberikan manfaat yang besar. Kesadaran individu menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak pencemaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....