Kebiasaan Sederhana Bangun Karakter Anak Tangguh Bencana

  • 29 Jul 2026 06:16 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Membangun kesiapsiagaan bencana tidak cukup dilakukan saat keadaan darurat terjadi. Pembiasaan sejak dini melalui lingkungan sekolah maupun keluarga menjadi langkah penting untuk membentuk karakter anak yang peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Cara tersebut juga membantu anak lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana di sekitarnya. Hal itu disampaikan I Made Arbawa dari Sekdis Dikpora Provinsi Bali, dalam Dialog Kentongan Pro 2 RRI Denpasar belum lama ini.

Menurutnya, edukasi kebencanaan bukan untuk menakut-nakuti anak, melainkan menumbuhkan kewaspadaan sejak usia dini. Mengingat Indonesia berada di kawasan Cincin Api, masyarakat perlu memahami bahwa potensi bencana dapat terjadi kapan saja.

"Kesiapsiagaan bencana ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi bagaimana kita membangun kewaspadaan sejak dini. Kita harus menyadari bahwa kita berada di lingkaran Cincin Api sehingga kemungkinan gempa maupun gunung meletus akan selalu ada. Bencana memang tidak bisa kita hindari, tetapi kita bisa memitigasi agar lebih siap menghadapinya. Yang perlu dibiasakan adalah bagaimana mengamankan diri sendiri, peduli terhadap lingkungan, saling mengingatkan teman, serta saling menjaga dan menyelamatkan sesama", ujarnya.

Arbawa menambahkan, pembiasaan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya memarkir kendaraan menghadap ke luar agar mudah dievakuasi saat keadaan darurat, serta menyediakan alat pemadam api ringan di sekolah dan memahami cara penggunaannya.

Menurutnya, kebiasaan kecil seperti itu akan membentuk refleks kesiapsiagaan ketika menghadapi situasi darurat. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesiapsiagaan menjadi bagian dari pembentukan karakter yang akan bermanfaat hingga dewasa. Dengan demikian, budaya sadar bencana dapat tumbuh sejak usia dini dan menjadi kebiasaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....