Sampah Plastik dan Pesisir Bali: Ancaman Nyata yang Terus Membesar
- 28 Mei 2026 13:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Pesisir Bali yang selama ini dikenal indah perlahan menghadapi tekanan serius. Tumpukan sampah plastik yang kian meningkat, terutama di wilayah pantai dan muara, menjadi tanda nyata bahwa persoalan lingkungan tak lagi bisa dipandang sebelah mata.
Isu sampah plastik disebut sebagai salah satu indikator paling jelas bahwa alam sedang “berbicara” kepada manusia. Bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut keseimbangan ekosistem yang mulai terganggu.
Project Director Bali Sustainability Project (BSP), Rafli Zulfiki menjelaskan peningkatan sampah plastik di pesisir merupakan bagian dari tekanan ekologis yang saat ini terjadi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir.
“Ini bukan sekadar masalah sampah. Kita melihat ada perubahan kualitas lingkungan dan dampaknya juga ke kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Selain sampah, persoalan lain seperti degradasi ekosistem dan perubahan kondisi pesisir turut memperparah situasi. Sampah plastik yang terbawa arus laut kerap menumpuk di garis pantai, mencemari lingkungan, sekaligus mengancam biota laut.
Founder Kawan Alam, Heni Paula menilai akar persoalan ini tidak hanya terletak pada banyaknya sampah, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat. Ia menyebut, krisis lingkungan yang terjadi saat ini sejatinya adalah krisis kepedulian.
“Sering kali kita baru sadar ketika dampaknya sudah terasa langsung. Padahal tanda-tandanya sudah ada sejak lama,” katanya.
Di sisi lain, kawasan mangrove yang berfungsi sebagai benteng alami pesisir juga menghadapi tekanan serupa. Sampah dan polusi membuat pertumbuhan mangrove, terutama yang masih muda, menjadi terhambat bahkan berisiko mati.
Berbagai upaya pun mulai dilakukan oleh komunitas dan pegiat lingkungan, mulai dari aksi bersih pantai hingga edukasi kepada masyarakat. Namun, langkah ini dinilai belum cukup jika tidak diiringi dengan perubahan perilaku secara luas.
Masalah sampah plastik di pesisir Bali kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan cerminan hubungan manusia dengan alam. Ketika sampah terus menumpuk, pesan yang disampaikan pun semakin jelas, perubahan harus dimulai dari sekarang, sebelum dampaknya semakin tak terkendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....