Sering Diabaikan, Perubahan Iklim Nyatanya Sudah di Depan Mata
- 27 Mei 2026 11:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Isu perubahan iklim kini semakin masif diberitakan berbagai lini media massa di tanah air. Kendati demikian, tingginya intensitas pemberitaan tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat kesadaran masyarakat.
Banyak pihak yang masih memandang fenomena global ini sebagai ancaman masa depan yang masih jauh. Padahal, implikasi nyata dari pergeseran iklim tersebut sesungguhnya telah terjadi di lingkungan sekitar kita.
Secara saintifik, perubahan iklim bukanlah sekadar fluktuasi cuaca harian yang dinamis. Fenomena ini merujuk pada pergeseran signifikan pada pola cuaca jangka panjang yang berlangsung dalam ruang waktu puluhan hingga ratusan tahun.
Indikator utamanya dapat dilihat dari ketidakpastian intensitas curah hujan, arah angin, serta kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi. Kondisi krusial tersebut dikupas tuntas dalam siaran radio Pro 2 RRI Denpasar pada Jumat, 22 Mei 2026.
“Perubahan iklim sering sekali dibahas di media. Secara pengetahuan umum, ini adalah pola perubahan dalam durasi yang cukup panjang, bisa berjalan puluhan hingga ratusan tahun, terkait variabel-variabel iklim seperti curah hujan, angin, dan rata-rata suhu,” ujar Aan Ridho, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, dalam dialog Morning Vibes.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap respons masyarakat awam dalam menyikapi fenomena alam ini. Menurutnya, banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka sebenarnya sudah hidup di tengah-tengah siklus perubahan tersebut.
“Sebenarnya ini sudah banyak kita hadapi dan dilalui sehari-hari, tapi mungkin banyak yang kurang sadar ya, bahwa perubahan iklim ini sudah ada di depan mata", ujarnya.
Krisis kesadaran inilah yang disinyalir menjadi pembendung utama lahirnya aksi mitigasi yang nyata dari masyarakat. Publik cenderung sekadar mengeluhkan dampak manifesnya, seperti cuaca ekstrem yang tidak menentu atau bencana hidrometeorologi, tanpa merefleksikan akar permasalahannya.
Melalui edukasi publik yang disampaikan dalam siaran pagi tersebut, diharapkan muncul pemahaman baru di tengah masyarakat. Pengingat ini menjadi sinyal kuat bahwa pemulihan lingkungan merupakan urgensi bersama yang harus segera diselesaikan secara kolektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....