Diskop UKM Bali Berikan Penguatan Digital ke Kopdes Merah Putih
- 07 Mei 2026 15:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Bali mulai memberikan penguatan digital ke Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dibantu penyedia sistem digital Kooperasi.com.
Kepala Diskop UKM Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh pada Kamis 7 Mei 2026 mengatakan dari 716 Kopdes Merah Putih yang sudah terbentuk di Bali, sebanyak 169 desa sudah aktif beroperasi.
Menurutnya, penguatan diintensifkan untuk pemberdayaan penggunaan kemajuan teknologi. “Iya untuk penguatan dan mungkin diintensifkan pemberdayaan pemakaian dari kemajuan teknologi ini, karena mereka (Kopdes Merah Putih) melaksanakan rapat anggota tahunan itu pun pelaporannya digital,” kata Kepala Diskop UKM Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh.
Try Arya mengatakan Diskop UKM Bali memberikan alternatif-alternatif dalam mengembangkan usaha koperasi dibantu digitaliasi, sehingga nantinya mereka mudah dalam memberdayakan koperasinya.
“Meskipun 716 koperasi di Bali sudah memiliki akun Simkopdes, bisa saja mereka hanya mengenal teknologi digital tersebut dan bukan berarti sudah paham digital, sehingga tetap perlu pendampingan,”ungkapnya.

Ia menambahkan, melalui pendampingan ini diharapkan pengelola Kopdes tidak hanya paham digital untuk keperluan internal dan organisasi, kopdes yang memiliki potensi produk unggulan bisa memasarkan usahanya di pasar digital sehingga selain memenuhi kebutuhan masyarakat desa, juga menjual ke luar.
Lebih jauh, Kadiskop meminta selain Kopdes Merah Putih, penyedia sistem digital juga melakukan penguatan digital ke koperasi yang sudah ada dan UMKM, sebab hingga saat ini masih banyak dari mereka yang mencari-cari ilmu dan menyesuaikan layanan yang dibutuhkan.
“Belum semua UMKM dan koperasi yang bisa atau familiar terkait kemajuan teknologi informasi, sedangkan sekarang sudah tidak mungkin kita tidak memakai kemajuan teknologi informasi itu, dari laporan keuangan, operasionalnya sehari-hari, dan juga untuk akses pemasaran itu perlu digitalisasi,” ujarnya.
“Kalau koperasi simpan pinjam pasti sudah memakai digitalisasi atau aplikasi keuangan, tapi koperasi sektor riil banyak yang belum terlalu, pengenalan diri mereka sudah memakai digitalisasi website tapi dalam operasionalnya banyak yang belum, ada juga beberapa koperasi yang dari perekrutan anggota pun mereka sudah lewat digital, tapi belum merata,” ucap Try Arya.
Kopdes Merah Putih berada dibawah naungan Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi. Salah satu yang diharuskan adalah mereka mempunyai akun Sistem Koperasi Desa Kelurahan (Simkopdes) Merah Putih.
Mendengar kebutuhan tersebut, Koordinator Kooperasi.com Bali PT Revitalisasi Jaya Nusantara Windha Putri menyatakan pihaknya siap membantu memperkuat pemahaman digital koperasi-koperasi di Bali.
Berdasarkan pembagian yang sudah diatur Kementerian Koperasi, mereka mendapat bagian mendampingi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Di Bali, mereka akan mengkaji kebutuhan koperasi terutama Kopdes Merah Putih. saat pantauan awal diketahui literasi digital yang masih perlu diasah ada di seluruh kabupaten/kota tidak mengerucut di salah satu wilayah saja.
“Semua kabupaten sama ya terkait dengan digitalisasi karena masing-masing koperasi itu punya pasar dan bisnis model sendiri, kami banyak sekali melihat bisnis-bisnis model tidak hanya koperasi serba usaha tapi koperasi simpan pinjam juga rata-rata masih manual jadi kami tidak memprioritaskan mana yang lebih dulu,” ujarnya.
Setelah memulai perjanjian kerja sama ini, penyedia sistem digital tersebut akan menggelar pendidikan dan pelatihan, memberikan modul dasar-dasar digital, hingga akses ke perbankan bagi yang membutuhkan permodalan.
Selama pelatihan, Kooprasi.com akan memulai dari penguatan digital untuk tata kelola manajemen anggota, sistem pencatatan, dan promosi usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....