Gilimanuk Dikepung Belasan Ton Sampah Pasca Mudik

  • 23 Mar 2026 21:41 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Euforia arus mudik Lebaran 2026 menyisakan persoalan lingkungan serius di ujung barat Pulau Bali. Kelurahan Gilimanuk mencatat lonjakan drastis volume sampah yang diestimasi menembus angka belasan ton, melampaui rekor tahun lalu yang tertahan di angka 9 ton.

Hingga Senin 23 Maret 2026, tim kebersihan telah mengangkut sekitar 9 ton sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, angka ini diprediksi akan terus membengkak mengingat masih banyak titik yang belum tersentuh proses pembersihan.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, merinci bahwa tumpukan limbah tersebut tersebar di beberapa zona krusial, seperti terminal Manuver dan areal dalam pelabuhan Gilimanuk sekitar 3,5 ton, dan areal buffer zone terminal Kargo serta dua gang pemukiman, terkumpul sekitar 4,5 ton. Sekitar 1,5 ton sampah juga sempat dikumpulkan sebelum kunjungan Kapolda ke Pelabuhan Gilimanuk.

"Tahun ini kondisinya sangat parah. Sampah didominasi oleh plastik, styrofoam, dan residu lainnya. Jika seluruh wilayah termasuk jalur utama dan kawasan hutan TNBB dibersihkan total, jumlahnya pasti mencapai belasan ton," ujar Lurah Tony dengan nada prihatin.

Lonjakan sampah ini menjadi rapor merah bagi perilaku pemudik. Menanggapi situasi tersebut, pihak kelurahan, Pemkab Jembrana, bersama Polres Jembrana dan ASDP Gilimanuk mulai mengintensifkan aksi gotong royong massal.

Pemerintah setempat kini mendorong adanya evaluasi menyeluruh, termasuk mendesak penyedia jasa penyeberangan untuk lebih vokal dalam memberikan imbauan di atas kapal. "Kami berkoordinasi agar sosialisasi ditingkatkan. Kesadaran pemudik untuk tidak membuang sampah sembarangan adalah kunci agar tragedi lingkungan ini tidak terus berulang setiap tahun," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....