MCI Bersama Fakultas Kehutanan Untad Gelar FGD

  • 20 Sep 2024 08:34 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Non-Govermental Organization (NGO) Mercy Corps Indonesia (MCI) melalui program Regenerative Solution Climate and Economic Resilience (RESOURCE) bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Senat Fakultas Kehutanan Untad, Kamis (19/9/2024).

FGD tersebut mengusung tema Inisiasi Usaha Pemulihan Lahan Marjinal Pasca Bencana dalam Menjaga Sistem Penyangga Kehidupan, dengan fokus pada upaya pemulihan lahan kritis di Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Koordinator MCI Sulawesi Tengah, Iksan, menjelaskan bahwa bencana banjir bandang yang terjadi pada 28 April 2019 dan 17 April 2024 telah meninggalkan dampak yang signifikan terhadap lahan pertanian di beberapa bagian Kecamatan Dolo Selatan. Lahan tersebut tertimbun oleh sedimen pasir dan lumpur, menyebabkan berkurangnya lahan subur bagi petani di wilayah tersebut.

"Melihat kondisi tersebut, FGD ini kami inisiasi untuk mencari solusi atas permasalahan lahan kritis yang ada di Kecamatan Dolo Selatan," ujar Iksan.

Ia menambahkan, program RESOURCE dari Mercy Corps Indonesia masih menghadapi banyak tantangan dalam pemulihan lahan marjinal pascabencana, sehingga FGD ini diadakan untuk menyatukan berbagai pihak terkait.

"Melalui FGD ini, kami telah membangun kerja sama dengan Fakultas Kehutanan Untad serta pemerintah daerah dan stakeholder lainnya untuk menyelesaikan permasalahan sektor pertanian, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana seperti Kecamatan Dolo Selatan," jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan Untad, Prof. Dr. Ir. Golar, S.Hut., M.Si., menyambut baik inisiatif MCI dalam menyelenggarakan FGD yang melibatkan akademisi dari Fakultas Kehutanan Untad.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan misi Fakultas Kehutanan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

"Saya sangat mengapresiasi program ini karena mendukung upaya kami dalam menjaga lingkungan dan memastikan sumber daya alam tetap lestari," kata Prof. Golar.

Dalam kerja sama yang terjalin, Fakultas Kehutanan Untad akan melibatkan mahasiswa Fakultas Kehutanan Untad dan tim peneliti dari Fakultas Kehutanan Untad untuk mendampingi Mercy Corps Indonesia dalam menjalankan program pemulihan lahan di lapangan.

Dirinya berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif, terutama bagi masyarakat petani yang terdampak oleh lahan marjinal akibat bencana alam.

FGD ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi penting, termasuk kolaborasi antar instansi, peneliti, sektor swasta, dan masyarakat desa untuk bersama-sama melakukan upaya pemulihan lahan marjinal. Diharapkan lahan tersebut secara bertahap dapat dimanfaatkan kembali oleh para petani, mengurangi eksploitasi berlebihan terhadap hutan dan gunung.

Selain FGD, acara tersebut juga menandai peluncuran buku tentang teknik konservasi dan pengembangan Food Forest berbasis komunitas, yang diharapkan menjadi pondasi awal dalam pengembangan program pemulihan lahan kritis di Kecamatan Dolo Selatan. (Sn)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....