"Kemerdekaan Indonesia adalah Anugerah dari Allah SWT"

  • 04 Agt 2024 20:45 WIB
  •  Purwokerto

KBRN Banyumas. Bulan Agustus merupakan bulan bersejarah bagi tanah air tercinta, Indonesia. Mengilhami peristiwa bersejarah tersebut, segmen acara Religi Pagi Pro 1 RRI Purwokerto pada hari Minggu pagi (4/8/2024) bersama Ustaz Shofiyulloh, M.HI., mengambil topik "Bahasan Kemerdekaan Adalah Anugerah Dari Allah SWT". Ustaz Shofi menjelaskan bahwa anugerah memiliki pengertian karunia dari Tuhan yang tidak bisa diperoleh oleh orang lain dan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia. Ia menggambarkan bagaimana kondisi bangsa Indonesia jika dibandingkan dengan para penjajah.

"Kalau secara kekuatan militer kita kalah jauh dari penjajaah, bahkan sebenarnya mustahil kalau merdeka apalagi saat itu kesatuan dan persatuan bangsa belum ada jadi sangat mustahil usaha kemerdekaan dihasilkan. Namun, kenyataannya kita bisa merdeka, itulah anugerah dari Allah memberikan kekuatan untuk merdeka," terang Shofi.

Kembali ia menjelaskan, ketika seseorang bisa masuk syurga itu adalah anugerah dari Allah. Hal ini seperti dikisahkan oleh Abu Nawas.

"Ya Allah kalau engkau katakan kami sebagai manusia penuh kesalahan dikatakan ahli syurga, tidak layak. Ibadah kita tidak optimal, tapi bisa masuk syurga itu semata karena anugerah-Mu ya Allah," ungkapnya.

Ustaz Shofi menambahkan, tidak usah terlalu jauh ke syurga, ketika seseorang melakukan ibadah dengan khusyuk ratusan tahun, kemudian dia mendapatkan ketenangan menjalankan hidup itu sudah merupakan anugerah. Hal ini tertuang dalam sebuah hadis yang Sahih.

Dalam Segmen Dialog Religi pagi tersebut, Ustaz Shofi menerangkan, seorang ulama Syekh Ahmad Mustofa mengelompokkan ada lima jenis anugerah Allah SWT yang diberikan kepada manusia:

1. Hidayatul Ilham

Yaitu dorongan untuk melakukan sesuatu, seseorang pasti memiliki insting atau feeling kehendak hati untuk melakukan perbuatan-perbuatan. Ketika seseorang melakukan kseakahan kemdian di dalam hatinya merasa salah (la toif) itulah sisi hati yang selalu mengontrol hati kita, mengawasi kita. Ketika hati kita mesrespon mengkaui salah maka itu adalah anugerah. Dan ini menunjukkan bahwa sanubari kita masih hidup, karena anyak beberapa golongan orang yang tidak mau mengakui kesalahannya, saat itulan menunjukkan bahwa hati sanubarinya sudah mati.

2. Hidayatul Hawas

Yang dimaksud di sini adalah anugerah yang Allah berikan kepada kita berupa panca indera kita yang memiliki fungsi bagi tubuh kita. Contoh: Mata, dengan mata penglihatan kita, kita bisa melakukan aktifitas sehari-hari dengan lancar.

3. Hidayatul Akli

Yang dimaskud di sini adalah hidayah akal. Menurut Ustaz Shofi, selain manusia, makhluk Allah lainnya tidak diberikan anugerah akal. Pernah suatu waktu, ketika manusia dicptakan oleh Allah, malaikat protes. "Ya Allah kenapa engkau menciptakan mahluk yang memiliki potensi konflik? Kenapa bukan kami saja? karena kami yang sellau patuh. Maka untuk menyempurnakan itu semua, kuanugerahkan ilmu akal kepada manusia," jelas Shofi. Hal tersebut tertuang dalam QS. Al Baqoroh ayat 32.

Dalam sebuah hadis juga diriwayatka, "barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah baik, maka ia akan diberikan pemahaham agama yang baik. Ketika seseorang memiliki pemahaman atau ilmu, maka ia sedang dihendaki Allah baik.

Ustaz Shofi juga menerangkan bahawa dalam QS Al Fatir Allah berfirman," dari sekian banyak hamba-hamba Allah, hanya para ulama yang takut kepada Allah," terangnya. Orang yang punya ilmu, ketika akalnya digunakan dengan baik maka akan takut dan menghindari larangan serta mentaati perintah Nya.

4. Hidayatul Adyan

Hidayah kita mendapatkan agama. Sebuah anugerah yang luar biasa ketika kita dilahirkan di keluarga Muslim, seandaiknya tidak maka belum tentu kita akan tau agama Islam.

5. Hidayatul Taufik

Maksnya adalah kita bisa mendapatkan sesuatu yang ada dalam agama sebagai pendamping hidup, karena tidak semua orang yang beragama itu baik. Tidak semua kemudian baik dalam mejalankan ajaran agamanya, kadang melenceng. Kenikmatan kemampuan kemampuan untuk bisa melakukan segala hal kebaikan itu merupakan wujud dari hidayat taufik. Dan kekuatan untuk menghindari dari perbuatan buruk adalah wujud dari hidayatul taufik.

Dalam segmen religi pagi tersebut ada beberapa penanya, salah satunya Pak Giat. ia menanyakan, mengapa seseorang yang gemar datang ke Masjid mengikuti kajian malah justru belum bisa mengamalkan ajaran agamanya itu. Lalu Ustad Shofi menanggapi, "semua butuh proses tidak serta merta langsung ya, terkadang hidayah itu datang memalui perantara. Seperti ketika Umar Bin Khatab tertarik kepada Islam setelah ia mendengar adiknya membaca ayat suci Al Quran," jawabnya.

Ustad Shofi, di akhir dialogg, menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia yang diraih adalah bentuk anugerah yang diberikan Allah SWT kepada kita dan kita patut bersyukur atas itu semua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....