Kantor Bahasa Malut Petakan 19 Bahasa Daerah, Ada yang Terancam Punah
- 14 Nov 2022 18:16 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara, Arie Andrasyah Isa mengungkapkan, di Maluku Utara terdapat 19 bahasa daerah yang sudah dipetakan daya hidupnya. Namun, daya hidup bahasa daerah ini ada yang mengalami kemunduran dan terancam punah.
"Bahasa Ternate dan bahasa Makean Timur terancam punah dan bahasa Tobelo serta bahasa Sula mulai mengalami kemunduran," ungkap Arie dalam acara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Maluku Utara di Hotel Sahid Bela, Ternate, Senin (14/11/2022).
Oleh karenanya, dia mengajak semua komponen masyarakat maupun para pemangku kebijakan di Maluku Utara agar terus berupaya untuk merevitalisasi bahasa-bahasa daerah tersebut melalui pewarisan kepada generasi muda.
"Tujuan dari revitalisasi bahasa daerah ini adalah agar bahasa daerah terpelihara dan jati diri anak bangsa dapat terlihat nyata," jelasnya.
Dalam merespons status kritis dan status kemunduran bahasa daerah ini, dia mengatakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) meluncurkan Merdeka Belajar Episode Ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah.
Tahun 2022 ini Revitalisasi Bahasa Daerah dilaksanakan terhadap empat bahasa, yakni bahasa Ternate, bahasa Tobelo, bahasa Makean Timur, dan bahasa Sula.
"Insyaallah, tahun depan dan tahun berikutnya kami akan merevitalisasi bahasa-bahasa daerah lain," ucapnya.
Ia juga membeberkan bahwa, setiap tahun, ada 20 bahasa daerah di dunia yang mengalami kepunahan. Bahkan banyak juga bahasa daerah yang kondisinya terancam punah dan kritis.
Menurutnya, penyebab utama kepunahan bahasa daerah adalah penutur jatinya tidak lagi menggunakan dan mewariskan bahasanya kepada generasi berikutnya.
"Kepunahan bahasa berarti hilangnya kekayaan batin, hilangnya jati diri anak bangsa, hilangnya peradaban bangsa, dan hilangnya kekayaan budaya," sebut Arie, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....