Filosofi Selendang Dadai Dara Khas Suku Tidung
- 16 Mei 2024 11:21 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Budaya yang dimiliki Indonesia sangat beragam, salah satunya di Suku Tidung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara Selain memiliki pakaian adat Sina Beranti, suku Tidung juga memiliki selendang atau dalam bahasa Tidung disebut ‘Selampoy Dadai Dara’. Selampoy Dadai Dara ini berwarna kuning dan memiliki ukiran hitam yang ada disendang tersebut.
Biasanya selendang ini digunakan sebagai pelengkap aksesoris baju adat suku Tidung ketika menghadiri acara adat, seperti pernikahan atau penyambutan tamu besar yang datang ke Kabupaten Nunukan.
“Dadai dara ini siapa saja boleh menggunakan bahkan ini bisa dijadikan sebagai hadiah saat tamu besar datang ke daerah ini sebagai bentuk penghargaan dan tanda persaudaraan,” ungkap Amelia, Tim Pengembang Seni dan Budaya Tidung Kabupaten Nunukan, Kamis (15/5/2024).
Selampoy Dadai Dara ini menceritakan tentang selendang dari istri Yaki Ben Tawol dari Seuombol Sebuku. istri Bentawol adalah bidadari cantik atau dewa kayangan. Selendang ini yang digunakan ketika menari hingga kembali ke kayangan. Sementara, nama ‘Dadai Dara’ ini adalah nama bidadari tersebut yang berarti putri bungsu yang sangat baik hati, rajin dan cantik jelita.
Dalam ukiran selendang tersebut mempunyai arti ada tujuh susun ombak yang berada di sungai Sebuku yang muncul ketika Yaki Bentawol merendam sapu tangan untuk meneteskan air ke mulut bayinya agar berhenti menangis. Saat itu, akan muncul ombak (dulun) tujuh susun secara bersusulan dan membuat anak Yaki Bentawol gembira. Sedangkan, di ukiran paling atas selendang mengartikan ada ukiran tujuh bidadari, enam kembali ke kayangan, sementara yang satunya tertinggal dan dijadikan istri oleh Yaki Bentawol.
Keistimewaan dari selendang Dadai Dara ini adalah merupakan piyok permanis atau aura positif yang dipercaya dapat membuat menjadi awet muda, sehat,d an terlihat cantik bila yang menggunakannya perempuan dan gagah perkasa bila yang menggunakannya laki–laki. Selain itu, penggunaan Dadai Dara ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat bagi orang yang melihatnya senang dan bahagia.
Selendang atau Selampoy Dadai Dara tidak boleh digunakan saat seorang perempuan dalam keadaan haid atau datang bulan dan tidak boleh dibawa masuk ke kamar kecil. Selain itu, juga tidak boleh diinjak atau ditaruh di lantai karena di selendang tersebut ada nuansa kaligarafi Islam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....