Penyebab Terjadinya Banjir Lahar Dingin Marapi
- 06 Apr 2024 21:34 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Pada hari jum'at (5/4/2024) pukul 15.30 WIB, telah terjadi galodo( Banjir Lahar Dingin) di beberapa daerah di Kabupaten Agam, yang disebabkan oleh lahar dingin dari gunung marapi Sumatera Barat.
Kenapa Lahar dingin bisa terjadi? Gunung Marapi setidaknya sejak Desember lalu mengalami aktivitas vulkanik dan beberapa kali erupsi. Status Marapi adalah siaga atau berada di level tiga kesiapsiagaan.
Pekan ini, Marapi juga erupsi. Pada 3 April lalu misalnya, letusan abu vulkanik gunung itu mencapai hingga ketinggian 1,5 kilometer dari puncak, menurut Kepala PGA Gunung Marapi, Ahmad Rifandi.
Akibat erupsi pekan ini, kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy, banyak pasir halus yang menempel di kawah Marapi. Rudy berkata, pihaknya sudah memperkirakan bahwa hujan besar akan menyeret abu vulkanik tersebut ke 23 sungai yang berhulu di Marapi.
“Tercatat sudah 500 ribu kubik pasir yang menempel di kawah. Jadi BPBD Agam dan Tanah Datar sudah mengantisipasi dengan membuat peringatan dini jika hujan besar terjadi dan berpotensi menurunkan lahar itu,” kata Rudy.
Begini Proses Terjadinya Lahar Dingin
Lahar dingin merupakan aliran lava gunung yang tercampur bersama lumpur dingin dan air dingin. Campuran lava dan air dingin tersebut kemudian berubah menjadi lahar dingin. Lahar dingin berisi material lava seperti batuan vulkanik, lumpur, debu, dan bom vulkanik. Lahar dingin yang bercampur dengan aliran sungai akan menyebabkan banjir lahar dingin. Jadi, banjir lahar dingin ini yaitu banjir yang disebabkan aliran sungai lahar dingin meluap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....