Karapan Sapi Madura, Tradisi dan Prestise
- 16 Okt 2022 22:42 WIB
- Sampang
KBRN, Pamekasan : Karapan sapi di Pulau Madura bukan sekadar tradisi yang diwariskan turun-temurun dan pesta rakyat yang digelar setiap tahun, tetapi juga dapat membentuk sosok yang disegani atau dihormati orang lain kepada pemilik sepasang sapi (prestise).
Sebab, tidak semua orang mampu memiliki sapi kerap, karena membutuhkan biaya besar untuk merawatnya maupun saat mengikuti lomba.
Dirangkum dari berbagai sumber, seekor sapi rutin dicekoki jamu berupa 25 sampai 50 butir telur ayam kampung yang dicampur dengan kunyit dan bahan-bahan rempah lainnya. Bahkan menjelang lomba, porsi jamu ditingkatkan.
Saat lomba, pemilik sapi juga harus mengeluarkan biaya untuk membayar jasa joki dan beberapa orang sebagai pelepas dari garis start.
Pelaksanaan Karapan Sapi
Babak pertama karapan sapi, seluruh sapi diadu kecepatannya dalam dua pasang untuk memisahkan golongan menang dan kalah.
Setelah itu, diterapkan sistem gugur, sampai tersisa 3 pasang sapi dari masing-masing golongan.
Pada babak final, 6 pasang sapi kembali diadu untuk menentukan juara I, II, dan III, dari golongan menang maupun kalah.
Piala Presiden
Level tertinggi dalam adu kecepatan sapi jantan itu adalah Piala Bergilir Presiden yang digelar setiap tahun.
Sebelum sampai ke level itu, dilakukan seleksi dari tingkat kecamatan hingga kabupaten di empat kabupaten, yaitu Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan.
Kemudian masing-masing kabupaten mengirimkan 6 pasang sapi terbaik hasil seleksi itu. Sehingga ada 24 pasang sapi yang diadu pada Piala Presiden.
Karapan sapi yang memperebutkan Piala Presiden kembali digelar tahun 2022, setelah dua tahun terakhir ditiadakan akibat pandemi covid-19.
Pada tahun ini agenda itu digelar di stadion R.P Moch Noer, Kabupaten Bangkalan, Minggu (16/10/2022).
Hasilnya, juara I dari golongan menang adalah sepasang sapi bernama Bandar Jawa milik H. Mamang Dhuro asal Pamekasan, juara II, Prabu Sakti milik Kades Ketapang Daya asal Sampang, dan juara III, Wiratama Bhayangkara milik AKP Ivans Drajat asal Sampang.
Kemudian, juara I dari golongan kalah, sepasang sapi bernama Jet Matic milik H. Hakiki asal Sampang, juara II, Cumi Asam Manis milik H. Abdussalam asal Sampang, dan juara III, Door to Door milik H. Jalan asal Pamekasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....