Kepiting Bakau, Penjaga Ekosistem Mangrove
- 09 Feb 2024 14:46 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Kepiting bakau yang memiliki nama ilmiah Scylla sp juga sering disebut sebagai kepiting lumpur, mangrove crab, mud crab, dan Indo-Pacific swamp crab.
Jenis kepiting ini banyak dijumpai di daerah rawa perairan tropis Asia dan Australia. Selain itu, juga ditemukan di pantai pesisir Afrika.
Ciri khas kepiting bakau adalah kulit cangkangnya yang licin. Ciri lainnya adalah kepiting jantan punya capit yang lebih panjang dari betina. Kepiting bakau secara alami hidup di daerah rawa bakau. Ia hidup di perairan payau yang merupakan campuran air laut dan air tawar.
Kepiting bakau dapat hidup di berbagai kondisi perairan dan mendapatkan nutrisi dari mangrove untuknya bertumbuh menjadi kepiting dewasa.
Tapi tahukah Anda, kepiting ini juga bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem di daerah tempat kepiting ini tinggal, yaitu di daerah bakau atau mangrove?
Ya, daun yang dimakan kepiting ini, akan cepat terurai dibandingkan daun yang tidak dimakannya. Daun yang dimakan oleh kepiting bakau membantu proses perputaran energi supaya berjalan dengan cepat.
Selain itu, lubang-lubang yang dibuat oleh kepiting ini membantu terjadinya proses pertukaran udara. (Sumber: DRBerita).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....