Kopi Komoditas Unggulan di Sulawesi Tengah

  • 07 Jan 2024 13:55 WIB
  •  Palu

Bentangan alam yang luas di Sulawesi Tengah menjadi sebuah potensi besar bagi pengembangan tanaman kopi. Wilayah pengembangan kopi hampir merata di setiap kabupaten di Sulawesi Tengah, hanya saja luasan pertanaman dan produksi yang masih sedikit. Kabupaten Poso dan Sigi menjadi dua kabupaten yang menonjol dalam hal pengembangan dan produksi kopi. Sejarah panjang kopi di Sulawesi Tengah sudah sangat lama dikenal di dua Kabupaten tersebut, semenjak jaman kolonial. Tanaman kopi tua jenis robusta di Kabupaten Sigi hingga kini masih terjaga, bisa ditemui di Kecamatan Pipikoro dan Dombu, Kecamatan Marawola Barat.

Hamka Biolan SP, Fungsional Pengawas Benih Tanaman Ahli Pertama, Badan Standarisasi Pertanian Sulawesi Tengah menuturkan diperlukan upaya perawatan yang intensif terhadap kopi – kopi berumur tua ini, agar menjaga performa produksi tetap dalam kulaitas yang baik untuk kebutuhan komersil.

“Tanaman kopi sudah akan mengalami penurunan produksi pada usia sepuluh tahun, karena upaya swadaya masyarakat terus memelihara, sampai saat ini kita masih dapati tanaman – tanama kopi zaman kolonial di wilayah Pipikoro, “Ungkap Hamka dalam obrolan Tesa To Kaili di Programa 4 RRI Palu, berlangsung Sabtu (06/01/24).

Tentu saja dibutuhkan perhatian yang khusus ketika tanaman kopi sudah mencapai usia tersebut dengan perawatan intensif agar nantinya tidak tergusur dengan kopi – kopi unggul yang tengah dikembangkan. Untuk jenis tanaman kopi yang dikembangkan di Sulawesi Tengah umumnya jenis Robusta, sementara jenis Arabika ada di tempat – tempat tertentu, karena membutuhkan ketinggian khusus diatas 1000 mdpl. Citarasa yang didapatkan dari jenis Robusta identik dengan rasa pahit sedangkan Arabika memiliki citarasa buah dan ada sensasi asam.

Hamka menambahkan sangat perlu diadakan pelatihan berkala dan berkelanjutan oleh pemerintah dan stake holder terkait kepada para petani kopi demi meningkatkan standar kualitas produksi kopi Sulawesi Tengah. Sudah barang tentu sejak proses awal melalui pemilihan bibit berkualitas, lahan tanam yang sesuai dengan kebutuhan jenis kopi yang akan ditanam—robusta dan arabika, dengan kata lain semuanya harus runtut.

Kopi Sulawesi Tengah tidak hanya sekadar minuman, tetapi juga sebuah komoditas unggulan yang mengangkat citra daerah ini di mata dunia. Dengan kerja keras, inovasi, dan dukungan bersama, sebuah komoditas lokal dapat berkembang menjadi daya tarik global yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (MUJ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....