Pasar Aur Kuning, “Tanah Abang”-nya Sumatera Barat
- 05 Feb 2026 08:43 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi – Pasar Aur Kuning di Kota Bukittinggi dikenal luas sebagai pusat grosir terbesar di Sumatera Barat, bahkan kerap dijuluki sebagai “Tanah Abang”-nya Sumatera Barat. Pasar ini bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan telah menjadi urat nadi perekonomian yang menghubungkan pedagang dari berbagai daerah di Pulau Sumatera hingga mancanegara.
Berlokasi di Jalan Diponegoro, Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Pasar Aur Kuning berada sekitar 3 kilometer dari ikon kota Jam Gadang dan hanya sekitar 500 meter dari pusat kota. Akses yang mudah menjadikannya salah satu kawasan perdagangan paling sibuk di Bukittinggi.
Pasar Aur Kuning dikenal sebagai sentra grosir dan eceran, khususnya untuk produk konveksi, kain, dan pakaian jadi. Harga yang kompetitif membuat pasar ini menjadi tujuan utama pedagang dari berbagai provinsi, seperti Riau, Jambi, Sumatera Utara, Bengkulu, hingga pembeli dari negara tetangga.
Selain tekstil dan pakaian, pasar ini juga menyediakan beragam kebutuhan lain, mulai dari sepatu, peralatan rumah tangga, aksesori, hingga oleh-oleh khas Bukittinggi. Saat ini, Pasar Aur Kuning menampung lebih dari 1.500 toko dan los, dengan suasana yang ramai serta pedagang yang dikenal ramah melayani pembeli.
Dibangun sejak era 1980-an sebagai perluasan dari Pasar Atas yang semakin padat, Pasar Aur Kuning berdiri di atas lahan seluas sekitar 2,3 hektare. Kawasan ini menampilkan perpaduan arsitektur adat Minangkabau dan gaya kolonial Belanda.
Ciri khas tersebut tampak jelas pada bangunan Kantor Bidang Pengelolaan Pasar dan area terminal yang menggunakan atap bagonjong, berpadu dengan deretan bangunan toko bercorak kolonial yang kokoh. Perpaduan ini menciptakan identitas visual yang unik sekaligus memperkuat karakter budaya Bukittinggi.
Keunggulan utama Pasar Aur Kuning terletak pada lokasinya yang sangat strategis, berada di persimpangan Jalan By Pass dan Jalan Diponegoro, jalur utama keluar-masuk Kota Bukittinggi. Pasar ini juga terintegrasi langsung dengan Terminal Bus Aur Kuning, yang menjadi penopang utama aktivitas perdagangan.
Keberadaan terminal tersebut memudahkan akses pembeli dari luar daerah sekaligus memperlancar distribusi dan bongkar muat barang tekstil dalam skala besar, menjadikan Pasar Aur Kuning sebagai simpul logistik perdagangan regional.
Setiap hari, sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, Pasar Aur Kuning dipadati pengunjung. Waktu paling ramai biasanya terjadi pada Rabu dan Sabtu, dari pagi hingga sore hari. Bahkan, beberapa area pasar diketahui beroperasi sejak pukul 05.00 WIB, dan pada waktu tertentu ada pedagang yang melayani hingga 24 jam.
Meski didominasi oleh perdagangan pakaian dan tekstil, pasar ini tetap menyediakan kebutuhan harian masyarakat, seperti bahan pangan, lauk-pauk, makanan khas daerah, dan buah-buahan segar.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, disarankan datang lebih pagi untuk menghindari kepadatan pengunjung. Kemampuan tawar-menawar juga menjadi kunci, karena seni berbelanja tradisional masih sangat hidup di pasar ini.
Dengan skala perdagangan yang besar, lokasi strategis, dan perannya sebagai pusat distribusi regional, Pasar Aur Kuning terus mempertahankan posisinya sebagai ikon ekonomi Bukittinggi sekaligus motor penggerak perdagangan Sumatera Barat.(ER)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....