TransJakarta Mengubah Cara Kota Bergerak

  • 15 Jan 2026 12:16 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat transportasi Djoko Setiwarjono menilai kehadiran TransJakarta telah mengubah cara masyarakat dan negara memandang angkutan umum. Menurutnya, TransJakarta menandai pergeseran dari angkutan berbasis setoran menuju layanan publik yang dikelola secara sistematis.

“TransJakarta mengubah cara kita memandang angkutan umum, dari sekadar bisnis menjadi layanan publik,” ujar Djoko Setiwarjono kepada Pro 1 RRI, Rabu, 14 januari 2026.

Djoko menjelaskan, sebelum TransJakarta hadir, pengelolaan angkutan umum didominasi rezim setoran yang mendorong pengemudi mengejar penumpang tanpa mempertimbangkan keselamatan dan keteraturan. Kondisi itu, kata dia, membuat pelayanan sulit berkembang karena tidak berbasis standar layanan.

“Dulu sopir mengejar setoran, sekarang sistem mendorong pelayanan yang aman dan terukur,” katanya.

Lebih lanjut, Djoko menilai TransJakarta juga berperan membentuk budaya baru masyarakat dalam bertransportasi. Kebiasaan antre, berjalan ke halte, serta naik dan turun di tempat yang semestinya menjadi bagian penting dari perubahan tersebut.

“Hal-hal sederhana seperti antre dan naik di halte ternyata membentuk budaya transportasi kota,” ujarnya.

Menurut Djoko, pembelajaran sosial ini menjadi fondasi penting bagi pengoperasian moda transportasi modern seperti MRT dan LRT. Ia menilai masyarakat Jakarta relatif cepat beradaptasi karena sudah memiliki pengalaman menggunakan angkutan massal berbasis aturan.

“Keberhasilan MRT dan LRT tidak lepas dari pembelajaran sosial yang dimulai TransJakarta,” katanya.

Tak hanya berdampak di Jakarta, Djoko menyebut model pengelolaan TransJakarta kini menjadi rujukan nasional. Konsep kontrak layanan dan pembayaran berbasis kinerja telah diadopsi di banyak daerah melalui berbagai program angkutan umum.

“TransJakarta bukan hanya moda, tapi sekolah kebijakan transportasi perkotaan Indonesia,” ucapnya.

Djoko juga menyoroti pentingnya arah kebijakan transportasi yang sejalan dengan agenda lingkungan. Menurutnya, langkah TransJakarta beralih ke bus gas dan listrik menunjukkan bahwa angkutan umum harus berkontribusi mengurangi polusi kota.

“Transportasi publik harus sejalan dengan agenda lingkungan, bukan menambah beban kota,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....