Pemprov Sumbar Desak Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Nenek

  • 14 Jan 2026 18:35 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Padang: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap seorang nenek bernama Saudah (68) di Kabupaten Pasaman. Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, menyampaikan desakan itu saat menemui Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta usai Apel Gabungan ASN di lingkungan Pemprov Sumbar, Senin (5/1/2025).

Vasko menilai penganiayaan terhadap perempuan lanjut usia tersebut sebagai tindakan yang tak dapat ditoleransi. "Saya minta tolong segera dieksekusi Pak Kapolda (para pelaku penganiayaan Nenek Saudah)," kata Wagub Vasko. Ia menyebut perbuatan pelaku sebagai tindakan “kurang ajar” karena menyasar seseorang yang tak berdaya.

Dalam pertemuan itu, Vasko menegaskan agar kasus tidak dibiarkan berlarut-larut dan pelaku segera dibawa ke proses hukum. Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumbar langsung menghubungi Kapolres Pasaman, AKBP Muhammad Agus Hidayat, untuk meminta laporan perkembangan penanganan perkara.

Kapolres menyampaikan bahwa penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan korban, serta mengantongi enam nama terduga pelaku. Korban juga telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan. Mendengar laporan tersebut, Kapolda meminta agar penyidikan dipercepat.

"Terima kasih Pak Kapolres, mohon segera ditangkap pelakunya pak. Ini kok tega banget orang itu kan. Pokoknya tidak ada cerita, siapapun backingan-nya, tangkap pak, kita lawan saja. Ini terlalu kurang ajar Pak," ucap Vasko.

Kasus ini berawal dari penganiayaan yang menimpa Saudah di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman pada Kamis (1/1/2026). Warga menemukan korban dalam kondisi luka lebam di wajah dan kedua mata membiru, diduga akibat kekerasan yang dialaminya di sekitar aliran sungai.

Peristiwa ini kemudian memunculkan dugaan adanya keterlibatan kelompok penambang ilegal, meski polisi masih mendalami fakta di lapangan. Saudah kini menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya.

Polisi masih mengembangkan penyelidikan dengan menelusuri dugaan keterlibatan para pelaku yang disebut kerap beraktivitas di area sungai. Penegak hukum berjanji memproses kasus ini hingga tuntas.(rilis)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....