Banjir Sungai Tabuk Ganggu Kesehatan Warga
- 12 Jan 2026 09:38 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Banjir yang merendam wilayah Desa Sungai Tabuk tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Berbagai penyakit kini menyerang warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kepala Puskesmas Sungai Tabuk 1, Mustika Murni, menjelaskan bahwa sejumlah warga di pengungsian kini mengalami gangguan kesehatan. Dari hasil pelayanan di posko, penyakit yang paling banyak dialami warga adalah penyakit kulit.
“Kalau dari hasil pelayanan kita yang paling banyak itu yang pertama kutu air yang paling banyak dikeluhkan masyarakat dalam kondisi banjir terus juga banyak juga anak-anak yang gatal-gatal penyakit kulit ya,” ucap Mustika saat ditemui di Posko Layanan Kesehatan di Pengungsian, Kamis (8/1/2026).
Selain penyakit kulit, warga juga mengalami gangguan kesehatan lainnya. Mustika menyebut, masalah kesehatan tersebut dipicu oleh kurangnya waktu istirahat akibat keterbatasan tempat di pengungsian.
“Tadi ada juga yang diare, khususnya yang hari ini kami temukan banyak yang darah tinggi tidak hanya pada usia yang sudah tua ada juga yang masih umur 30 th ada juga itu, mungkin faktor kurang istirahat kan,” katanya.
Mustika menambahkan, pihak puskesmas mengerahkan dokter untuk berjaga di posko pengungsian. Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk melayani warga yang membutuhkan penanganan kesehatan.
“Alhamdulillah kita disini selalu standby jadi setiap hari kita buka, hari ini juga ada dokter. Dan dokter kita tidak hanya disini saja, ada yang dipuskesmas induk, dan puskesmas induk kita ini ada UGD 24 jam rawat inap dan rawat jalan, kalau di posko ini hanya sampai jam kerja saja,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak, Eka Liani, menyebut banjir yang melanda membuat rumahnya terendam. Menurutnya, tinggi air hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.
“Iya terdampak, kalau dijalanan depan sekitar sepaha orang dewasa, jadi kami sekeluarga ngungsi, pas udah mulai tergenang itu saya sama anak ngungsi duluan karena ada anak masih kecil,” ucap Eka saat ditemui ketika mengecek kondisi rumahnya yang terendam banjir.
Eka juga mengaku kondisi banjir yang sudah berlangsung cukup lama turut mengganggu kesehatannya. Ia menyebut keberadaan posko kesehatan sangat membantu penanganan warga terdampak.
“Iya mengganggu, ada yang gatal-gatal, kalau saya badannya meriang panas dingin karena cuaca dan kondisinya ini. Cuma ada posko di pengungsian sangat membantu warga yang kesehatannya terganggu,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....