Mahasiswa UPK Bersuara Lewat Operet “Tanah Yang Hilang”

  • 10 Jan 2026 18:51 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Operet Anak berjudul “Tanah yang Hilang” digelar oleh Tim Art Management and Production Program Studi Seni Tari, Fakultas Sosial dan Humaniora, Universitas PGRI Kalimantan. Pentas ini berlangsung di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Sabtu (10/01/2026).

Ketua Produksi, Norhidayanti, menyampaikan pentas ini merupakan agenda tahunan hasil produksi mahasiswa Program Studi Seni Tari. Selain itu, operet ini juga melibatkan anak-anak sekolah yang selama ini mendapatkan pembinaan.

“Untuk penggarap produksi itu dari kami angkatan 2022, dan yang membantu kami itu pasti para dosen yang membimbing dosen yang terkait dengan seni tari, terus juga bekerjasama dengan beberapa sekolahan untuk ikut diacara pentas kami,” ujar Norhidayanti saat ditemui usai pentas, Sabtu (10/1/2026).

Norhidayanti menjelaskan pentas tersebut merupakan bentuk keresahan terhadap kondisi alam yang terjadi saat ini. Melalui pertunjukan ini, pihaknya ingin menyuarakan pesan kepedulian terhadap berbagai bencana dengan balutan seni.

“Untuk pentas kita hari ini mengangkat tema operet anak dengan judul tanah yang hilang, kami ingin mengangkat bencana-bencana yang sedang terjadi saat ini, kan sekarang alam sedang gak baik-baik aja makanya kami ambil tema itu dan dikemas melalui operet ini,” katanya.

Ia menambahkan, persiapan pentas membutuhkan waktu latihan yang cukup panjang. Menurutnya, Proses latihan dilakukan secara rutin sebelum akhirnya dipentaskan.

“Kalau dari segi latihan kami hampir 2 bulan, dan dalam seminggu itu 4 kali latihan, jadi setelah latihan 2 bulan ini akhirnya alhamdulillah bisa mementaskan ini tadi,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Kalimantan, Alimudin Djawat, mengapresiasi penampilan yang ditampilkan oleh mahasiswa Program Studi Seni Tari. Menurutnya, kerja keras mahasiswa terbayar dengan sajian pertunjukan yang luar biasa.

“Hari ini saya lihat tadi luarbiasa, dan ini memang agenda tahunan dari program studi seni tari, saya mendukung mengapresiasi yang tinggi karena ini luar biasa tampilan yang disajikan yang disuguhkan oleh mahasiswa pada hari ini dibawah bimbingan para dosennya,” ujar Alimudin saat ditemui usai pentas, Sabtu (10/1/2026).

Alimudin berharap pentas seni mahasiswa ini dapat terus diagendakan untuk memperkenalkan seni kepada masyarakat luas. “Untuk kedepan ini perlu terus dikembangkan, bagaimana seni lokal itu betul-betul dikenal oleh masyarakat luas bahkan sampai nasional. Dan ini akan terus berlanjut untuk pementasan kedepannya,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....