Awal Tahun, BMKG Juanda Ingatkan Cuaca Ekstrem Jatim

  • 01 Jan 2026 14:39 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur pada 1 hingga 10 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

BMKG Juanda menyampaikan, cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi dapat berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang berisiko menimbulkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta kejadian angin kencang, puting beliung, dan hujan es.

Sejumlah daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi kawasan selatan Jawa Timur, seperti Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi. Wilayah tapal kuda yang berpotensi terdampak antara lain Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Pasuruan.

Sementara itu, daerah Mataraman meliputi Kediri, Nganjuk, Jombang, Madiun, Magetan, Ngawi, dan Bojonegoro, serta kawasan pantai utara Jawa Timur seperti Tuban, Lamongan, dan Gresik. Potensi cuaca ekstrem juga diprakirakan terjadi di Pulau Madura, meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, termasuk wilayah perkotaan seperti Kota Surabaya dan Kota Batu.

Dalam Rilisnya BMKG Juanda menyebut, saat ini hampir seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan. Dalam beberapa hari ke depan, terdapat potensi peningkatan intensitas hujan yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Peningkatan cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, serta adanya gangguan gelombang atmosfer frekuensi rendah dan Madden Julian Oscillation atau MJO yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Selain itu, kondisi suhu muka laut di perairan sekitar Jawa Timur yang relatif hangat, ditambah atmosfer yang labil, turut mendukung pertumbuhan awan hujan yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya di wilayah rawan bencana.

Masyarakat yang tinggal di daerah bertopografi curam, perbukitan, dan sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, banjir bandang, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.

BMKG Juanda juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan aparat terkait guna mengurangi risiko bencana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....