Gubernur Sherly Bicara Soal Kepemimpinan di Era Perubahan

  • 12 Nov 2025 21:29 WIB
  •  Ternate

KBRN, Yogyakarta: Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjadi salah satu pembicara utama dalam Leadership Day 2025 yang digelar di Gedung GIK Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (11/11/2025). Acara tahunan ini mempertemukan berbagai tokoh nasional lintas bidang untuk berbagi pandangan mengenai kepemimpinan di tengah disrupsi teknologi dan perubahan global yang cepat.

Dalam sesi dialog, Sherly menekankan bahwa pemimpin masa kini harus memiliki integritas, profesionalitas, dan empati sebagai nilai dasar kepemimpinan modern.

“Pemimpin perempuan masa kini bukan untuk mendominasi, melainkan untuk melengkapi dan menjaga keseimbangan. Empati bukan kelemahan dari empati lahir keputusan yang tepat karena kita benar-benar mendengar,” ujar Sherly.

Ia juga menegaskan bahwa di era yang penuh tantangan ini, kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci utama agar setiap kebijakan dan inovasi yang dilahirkan dapat memberi dampak luas serta berkelanjutan bagi masyarakat.

Acara Leadership Day 2025 turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, seperti Dirjen Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek RI Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro, Managing Director Holding Danantara Agus Dwi Handaya, dan Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital RI Raden Wijaya Kusumawardhana.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, menyampaikan bahwa kepemimpinan masa kini menuntut visi yang inklusif dan kolaboratif, sementara Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Dr. Siti Malkhamah, menilai kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi para pemimpin dari berbagai disiplin ilmu untuk memperkuat model kepemimpinan yang adaptif dan inovatif.

Menutup paparannya, Gubernur Sherly menyampaikan pesan inspiratif bagi generasi muda dan calon pemimpin masa depan. Ia menekankan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang mendengar, menggerakkan, dan menghadirkan perubahan yang bermakna bagi sesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....