Mahasiswa Unismuh Makassar Dorong Penguatan Perda Literasi Gowa
- 06 Nov 2025 20:42 WIB
- Makassar
KBRN, Gowa: Upaya memperkuat budaya literasi di Kabupaten Gowa terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Kelompok XXVI Kuliah Kerja Profesi Pengabdian Masyarakat (KKP-PM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Diskusi Publik bertajuk “Perda Literasi Sebagai Langkah Strategis Menuju Masyarakat Gowa Cerdas dan Berdaya Saing”, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Gowa ini menjadi ajang kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah daerah dalam membahas urgensi Peraturan Daerah (Perda) Literasi sebagai landasan pembangunan sumber daya manusia di era digital. Diskusi tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, civitas akademika, dan pegiat literasi daerah.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FISIP Unismuh Makassar, Dr. Nur Wahid, S.Sos., M.Si. Dengan mengetuk meja tiga kali, ia menandai dimulainya diskusi publik yang penuh semangat dan antusiasme peserta. Dalam sambutannya, Dr. Nur Wahid menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang mengangkat tema strategis dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat Gowa.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyebarkan pengetahuan secara kritis. Mahasiswa harus menjadi pelopor gerakan literasi yang mampu mencerdaskan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu akademik secara nyata di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Diskusi menghadirkan dua narasumber utama, yakni Drs. Mustamin Raga, M.Si., Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa, serta Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si., Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin. Kedua narasumber membahas pentingnya kebijakan literasi yang berkelanjutan serta penguatan peran masyarakat dalam mendorong budaya baca dan menulis di era digitalisasi.
Prof. Tuti menegaskan pentingnya Perda Literasi sebagai payung hukum yang memastikan keberlanjutan gerakan literasi daerah. “Gowa memiliki tingkat partisipasi literasi yang tinggi di Sulawesi Selatan. Karena itu, keberadaan Perda menjadi sangat penting sebagai landasan hukum dan jaminan penyelenggaraan taman bacaan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, kebijakan ini juga menjadi pedoman bagi pegiat literasi dalam mengembangkan program yang berkesinambungan.
| Baca juga: Mahasiswa Perlu Merintis Karier sejak Kuliah |
Sementara itu, Mustamin Raga menyoroti keterkaitan erat antara literasi dan kesejahteraan masyarakat. “Literasi adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Semakin tinggi literasi, semakin terbuka peluang pendidikan, pekerjaan, dan kewirausahaan,” tuturnya. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program literasi yang inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai inisiator kegiatan, Arfan Fadillah, Ketua KKP-PM FISIP Unismuh Kelompok XXVI, menjelaskan bahwa diskusi publik ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa untuk memperkuat potensi masyarakat berbasis literasi. “Kami ingin menghubungkan gagasan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Hasil diskusi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memperkuat kebijakan literasi,” ungkapnya.
Muh. Randhy Akbar, S.IP., M.Si., selaku dosen pembimbing lapangan, turut memberikan apresiasi terhadap semangat mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan yang memiliki dampak sosial nyata. “Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa Unismuh tidak hanya berteori, tetapi juga hadir memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Literasi adalah modal utama membangun bangsa,” ujarnya menegaskan.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru, pegiat literasi, hingga masyarakat umum tampak aktif memberikan pandangan dan pertanyaan. Dukungan juga datang dari Bupati Gowa Hj. Sitti Husniah Talenrang, S.E., M.M., dan Wakil Bupati Ir. H. Darmawangsyah Muin, yang menyambut baik inisiatif mahasiswa Unismuh dalam memperkuat budaya literasi di daerah.
Sebagai tindak lanjut, para pegiat literasi dan akademisi berkomitmen mendorong implementasi Perda Literasi Gowa agar dapat segera dioptimalkan. “Diskusi ini adalah awal dari perjalanan panjang. Semoga semangat literasi terus tumbuh di setiap lapisan masyarakat,” tutup Arfan Fadillah penuh harap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....