Pelajaran Siswa SD Sekarang Dinilai Lebih Sulit
- 03 Nov 2025 09:11 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Sejumlah guru dan wali murid di Kota Bengkulu menilai materi pembelajaran dalam buku pelajaran Sekolah Dasar (SD) saat ini dinilai terlalu sulit untuk dipahami oleh peserta didik. Mereka berharap pemerintah dapat menyesuaikan tingkat kesulitan materi dengan kemampuan anak-anak usia sekolah dasar.
Susilawati Wali Kelas 5 SD Negri di kota Bengkulu, mengungkapkan bahwa sebagian besar guru merasa kesulitan dalam mengajarkan materi, khususnya pada mata pelajaran matematika yang dinilai terlalu berat. “Nalarnya terlalu tinggi, sekarang anak-anak itu berbeda dengan dulu, mereka lebih santai dan tidak bisa ditekan, Kalau pelajarannya susah, yang mengerjakan PR malah orang tua contohnya saja, di buku latihan banyak soal rumit, sementara contoh soalnya sederhana dan tidak sinkron,” ujarnya (1/11/25).
Ia menambahkan, sebagian guru akhirnya harus menggunakan buku lama sebagai acuan tambahan agar siswa lebih mudah memahami materi. “Kami cari buku lama yang relevan. Kalau cuma pakai buku baru, jangankan murid, guru saja sulit memahaminya,” ucapnya.
Menurut Susilawati, Kurikulum Merdeka yang saat ini diterapkan di sekolah belum sepenuhnya sesuai dengan kemampuan nalar anak SD. Ia bahkan menyebut kurikulum sebelumnya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), lebih mudah diterapkan dan dipahami.
Sementara itu, dari sisi orang tua, Anita, wali murid kelas 2 SD, juga mengeluhkan kesulitan yang sama. Ia menilai sebagian besar pelajaran di buku anaknya sulit dipahami, baik oleh anak maupun orang tua.
“Banyak yang sulit, apalagi buku cetaknya terbatas. Kami sampai harus fotokopi untuk belajar di rumah. Kalau tidak dibantu les, anak-anak sulit memahami pelajaran,” ujarnya.
Anita mengatakan bahwa bahasa yang digunakan dalam buku pelajaran terlalu tinggi untuk tingkat anak kelas rendah. Ia juga berharap pemerintah dapat memperbanyak ketersediaan buku cetak agar anak-anak dapat belajar di rumah tanpa kendala.
“Kalau bisa, buku jangan terlalu sulit. Kadang ada pelajaran untuk kelas 6 tapi sudah muncul di kelas 2. Anak-anak jadi tidak mengerti apa-apa,” ucapnya.
Baik guru maupun wali murid berharap agar pemerintah dapat mengevaluasi kembali tingkat kesulitan materi dalam Kurikulum Merdeka, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar. Mereka menilai, pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak akan lebih efektif dalam menumbuhkan minat belajar dan pemahaman yang mendalam. (Dlv)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....