Ibadah Tanpa Akhlak Tak Bernilai
- 31 Okt 2025 06:40 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto: Dalam acara Religi Pagi Pro 1 RRI Purwokerto, seorang pendengar bernama Yatimah dari Sampang mengajukan pertanyaan kepada Ustad Ahmad Kifni. Ia bertanya tentang bagaimana seharusnya bersikap terhadap orang yang rajin beribadah, namun hubungannya dengan tetangga kurang baik, serta bagaimana agar kita tidak bersikap seperti itu.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustad Ahmad Kifni menjelaskan bahwa ibadah yang benar seharusnya melahirkan akhlak yang baik. “Orang yang rajin salat, puasa, dan ibadah lainnya, tapi masih menyakiti tetangganya, berarti ibadahnya belum menyentuh hati,” ujar Ustad Kifni dalam siaran langsung tersebut.
Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW, “Tidak sempurna iman seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.” Hadis ini, kata Ustad Kifni, menunjukkan bahwa kualitas iman seseorang tidak hanya diukur dari ritual ibadah, tetapi juga dari hubungan sosialnya dengan sesama.
Ustad Kifni menegaskan, sikap terbaik ketika menghadapi orang seperti itu adalah tetap berbuat baik, tidak membalas keburukan dengan keburukan, dan terus menasihati dengan cara yang lembut. “Kita harus menjadi teladan yang menebar kebaikan, bukan menambah permusuhan,” jelasnya.
Agar tidak terjerumus dalam sikap serupa, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablun minallah) dan hubungan dengan manusia (hablun minannas). “Ibadah yang diterima Allah adalah ibadah yang membuat hati lembut dan perilaku semakin baik terhadap sesama,” tambahnya.
Di akhir tausiyahnya, Ustad Ahmad Kifni berpesan agar setiap umat Islam menjadikan ibadah bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai sarana memperbaiki akhlak. “Percuma rajin ibadah jika belum bisa menjaga lisan dan hati terhadap tetangga. Jadikan ibadah sebagai cermin kebaikan dalam kehidupan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....