Kolaborasi SPEK-HAM Bersama Pemkot Surakarta Dalam Penanganan Kasus Kekerasan

  • 29 Okt 2025 04:01 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) mengadakan Talkshow Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Korban Kekerasan sesuai mandat Undang-Undang di Hotel Harris pada Selasa (28/10/2025).

Talkshow ini dihadiri Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani dan 100 tamu undangan yang terdiri dari Rumah Sakit, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga penyintas.

Ditemui RRI disela-sela acara, Direktur Yayasan SPEK-HAM, Rahayu Purwaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dihadirkan untuk memperkuat kerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam memastikan perlindungan serta pemulihan korban kekerasan bisa tertangani dengan baik.

"Kita ingin memastikan bahwa semua korban baik itu perempuan dan anak-anak tidak hanya mendapatkan layanan hukum tetapi juga tetap mendapatkan hak atas pendidikannya, kemudian pemulihan secara psikologis, psikososial. Artinya kita memastikan bahwa semua korban warga Kota Surakarta yang menjadi korban kembali pulih dan berdaya," kata Rahayu Purwaningsih.

Lebih lanjut, Rahayu Purwaningsih menceritakan bahwa Kota Surakarta sendiri sebenarnya sudah baik dalam penanganan kasus kekerasan. Hal itu terbukti dari beberapa kasus yang sudah sempat terjadi.

"Sebetulnya penanganan kekerasan di Kota Surakarta leading. Lebih bagus dibandingkan dengan Kabupaten Kota yang lain. Artinya bahwa UPTD PPA-nya sudah siap, personelnya ada, kemudian layanan-layanan bagi korban sudah diberikan mulai dari penerimaan pengaduan, bantuan hukum, layanan kesehatan, kesehatan secara psikologis," katanya menambahkan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani yang hadir dalam acara mengatakan akan bekerja sama dengan SPEK-HAM untuk memberikan pelayanan terintegrasi bagi korban kekerasan.

"Bekerja sama dengan SPEK-HAM yang hari ini menyelenggarakan kegiatan bagaimana membuat layanan terintegrasi bagi korban terutama dasar hukumnya, payung hukumnya seperti termasuk adanya integrasi ke rumah sakit," ucap Astrid Widayani.

Ditambahkan Astrid Widayani bahwa ke depan pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan rumah sakit milik Pemerintah Kota untuk membantu dalam penanganan korban kasus kekerasan.

"Sebelumnya baru ada kerja sama SPEK-HAM dengan RSUD yang di bawah provinsi dari DP3AP2KB provinsi. Nanti kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas yang ada di Solo, dengan RSUD yang ada di Solo juga, di RSUD Bung Karno dan juga di Fatmawati ya. Jangan khawatir masyarakat diberikan perlindungan jaminan dari pemerintah daerah kalau ada kekerasan," ucapnya menambahkan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....